10 Kiper paling Legendaris di Dunia

Senin, 28 November 2011

enjaga gawang atau sering disebut Kiper (dalam sepak bola) adalah salah satu posisi dalam berbagai olahraga berkelompok seperti sepak bola, hoki dan polo air. Tugas seorang penjaga gawang adalah mencegah bola masuk ke gawang. Penjaga gawang adalah palang pintu terakhir bagi lawan sebelum memasukkan bola ke gawang.

Sejarah mencatat penjaga gawang yang mempunyai prestasi luar biasa, dan menjadi kiper legendaris, ini dia :

1. Lev Yashin (Uni Soviet/Russia)
Mungkin banyak orang yang belum pernah mendengar nama ini, karena pemain ini pun sudah meninggal. Ia memiliki refleks yang bagus dan cepat saat menepis bola. Selama berkarir dalam sepak bola, dia juga banyak memenangkan piala. Ia juga telah menepis lebih dari 150 tendangan penalti. Namun, pada tahun 1986 ia mengalami hal yang tragis. Cedera lutut kaki kanannya yang sangat parah, membuat dokter terpaksa mengamputasi kakinya dan empat tahun kemudian ia meninggal setelah mengalami komplikasi dalam pembedahan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM7aaITjshf49OmFaIe45NskX5XTs4KbXFdiPeJZl3IQcUvghhYPOmi6BssgyydIeWlMxq0o-r8D5J-1qkVVcizxqppJxBjr60SMLJf01rbK3hKJV3cURVPCzRXBlja9x8GiHV9WjqhxD0/s1600/1.jpg

2. Gordon Banks (Inggris)
Gordon Banks adalah kiper paling hebat sepanjang masa versi Soccer Blog. Ia membuktikan dengan kemampuannya yang sungguh hebat dengan bakat yang luar biasa. Ia pernah menepis sundulan Pele pada piala dunia 1970 yang sudah 90% hampir masuk. Itu dinobatkan sebagai penyelamatan terhebat sepanjang masa dan Pele sendiri mengakuinya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYLSqDutH00fkPk__VvcSt70rfAaT2dvS9XiDm3f3tJq0UzBdtX3yZmniXI5NI0dDrZFOdXDPbahziaZrBuf2k3ioMZbwGGNNN6QEubtagGna7wVej6mFyMElCKK5RxbL2lJ1p1S5PNAV3/s1600/2.jpg

3. Peter Schmeichel (Denmark)
Peter Schmeichel merupakan kiper terhebat karena karirnya yang sukses dan kemampuannya yang fantastis. Dengan badan tinggi besar, ia membawa Manchester United meraih treble winner pada musim 1997-1998 dan membawa Denmark juara Piala Eropa 1992. Ia pun juga telah mendapat predikat kiper terbaik dunia empat kali pada tahun 1992, 1993, 1997, 1999.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAcnHOT5UTiT-FMrJFyVvlPCb7_IYyHl0I3cEWwU9uro1SiJC9yk2bOmaVcohNrHc-TRiUCHv6fwLzaZQ9bLPjFM5ggapKC5QuwlMo6H4lgEwsXIJu0jwU_R9ac3iFNEEUrBuuzgC00YWG/s1600/3.jpg

4. Dino Zoff (Italia)
Dino Zoff adalah salah satu legenda Italia dan Juventus. Ia juga merupakan salah satu kiper yang masih bermain pada saat usia 41 tahun untuk tim nasional dan clubnya. Ia pun telah mepersembahkan 6 gelar Serie A kepada Juventus dan 1 piala dunia kepada tim nasional italia.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHgt1X9k0fw5EZRUbSCt-0phTi-kelwWoY8eJ_1I_LfDvsvX5a6__NEX7BrVQFxwNSVLkcSbPvZ7ukOLdN8tdPCNuitVLVNs9yb7msz_sR93am6uU2RVFn1jZ3XAbvimY9rjCcLfIhc0EO/s1600/4.jpg

5. José Luis Chilavert (Paraguay)
José Luis Chilavert mungkin adalah kiper profesional yang paling sering membuat gol. Terbukti dengan 67 gol yang sudah dibuatnya selama berkarir menjadi kiper. Pada tahun 1999, ia memecahkan sejarah dengan mencetak hat-trick pertama yang dilakukan oleh kiper. Dia juga telah mendapat gelar kiper terbaik tahhun 1995, 1997, dan 1998. (kiper apa striker nih)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijLmQsquoPUPhp38a7QMAx31G98yANT8EmL-pQtSABrKF817_zktNQr_mXuq-qP38WcQlz4QtpQZVDTaInObEjcC5kdsHDKFWNkOjVrSeD3lH-rSbYrsDiqAnpj9CXaVQjTr_jViOWArxA/s1600/5.jpg

6. Van Der Sar (Belanda)
Van Der Sar memang salah satu kiper terhebat sepanjang masa. Ia masih bermain sampai umur 40 tahun (musim 2010-2011) untuk membela Manchester United. Bersama Paul Scholes dan Ryan Giggs yang sama-sama sudah tua, mengantarkan MU menjuarai berbagai gelar. Ia menjaga gawangnya dengan tubuh yang tinggi dan tangannya yang panjang.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFKlZ_v4o0ialkss6XIPVIyIPGpgwBEUJIOHSg9mIsmDOkjwQ8Q6CSnBuh-JFTvATPSnRFcD0mH1QyhLP1R-qeg_arboxcz8vv-xhHjQRISfBteb7ZExNjNqM1TqVvPnyv79bX3yk1Xxw4/s1600/6.jpg

7. Claudio Taffarel (Brazil)
Claudio Taffarel dinobatkan sebagai salah satu kiper terbaik sepanjang masa karena banyak gelar yang dipersembahkannya kepada tim nasional Brazil. Dengan membawa Brazil menang piala dunia 1994 dan membawa Brazil ke final pada 1998 (walaupun kalah 3-0 oleh Prancis di final) serta ia juga mengantarkan Brazil juara Copa America pada tahun 1989 dan 1997. Selain itu dia juga memiliki skill yang mumpuni sebagai kiper.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7Nwqd4hmX1rZhzTPxFwSj_xOo2od21fNngk4wVEwHVVorLO9NPVrEZWBesaSHfZhXLn5gQCVD9vOvPUhK5f88P8OttE_7SrPb8i7IMMvLa37FxsDr1Og9LZ3I0183EnaaA0xoUbpljjHl/s1600/7.jpg

8.David Seaman (Inggris)
seorang mantan pemain sepak bola berkebangsaan Inggris. Dia pernah membela klub utamanya seperti Peterborough United, Birmingham City, Queens Park Rangers, Arsenal, dan Manchester City. Ia pensiun karena peristiwa naas yang menimpanya yaitu cedera bahu yang tidak bisa sembuh saat membela Manchester City. Ia mendapat penghargaan the MBE di tahun 1977 atas keberhasilannya menjadi kiper terbaik yang pernah membela klub dan Timnas sepak bola Inggris. Di timnas Inggris, dia bermain 75 kali.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoH1nXlst4cRD78txuvj8W_2Qd7hakTCe0-zorma63uNM5iPHD56QhxZj3UHjeUiHXsivDZo358HG56p_qNDb1IBEW2FT0o-RKLcYV3mjlqsXObkhdzRjGN3OqBL-0KjRVDaCmRydpp14C/s1600/8.jpg
9.Gianluigi Buffon
Kiper yang berpostur 193 Cm ini sering juga di panggil "Superman" karena aksinya di lapangan seperti seorang superman yang terbang untuk menyelamatkan bola-bola yang mengarah ke gawangnya.SuksesItalia di Piala Dunia 2006 di Jerman tak bisa di palingkan dari perannya. sepanjang turnamen itu, the Superman benar-benar menunjukan sebagai Kiper nomor 1 Dunia saat ini karena hanya kebobolan 2 gol, satu gol bunuh diri di semifinal melawan tuan rumah Jerman dan satu gol penalti di final yang di ceploskan oleh Zinedine Zidane. tak salah jika FIFA selaku pihak penyelenggara PD2006 memberikan penghargaan Lev Yashin Award (Penghargaan Untuk Kiper Terbaik di PD).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr2fp1VfC32ustIDhHuCWDSUT6DHVCmPUGutsKVsjFRW7YfNrKsSHpVUlQz-S0JXVZcFJkvRs9rGmW8xRAmbb1ohFwWubTe7OeHMq_36_5E43oV3qxVRAWNkKSI30zcT1KmmIt6Ej8zEAY/s1600/9.jpg

10.Oliver Kahn
penjaga gawang Jerman yang bertinggi badan 188 cm dan 86 kali memperkuat negaranya. Ia bermain untuk negaranya (sejak 1995) dan klub Bayern Munich (sejak 1994) dan 429 kali tampil untuk klub tersebut. Dia berjuluk King Kahn atau Kahn, the Titan karena cara bermain sepak bolanya. a juga berpartisipasi di Euro 1996, Euro 2000, dan Euro 2004 serta di Piala Dunia 1994, Piala Dunia 1998, Piala Dunia 2002 dan Piala Dunia 2006. Pada Piala Dunia 1998 dan Piala Dunia 2006 ia bukan menjadi kiper utama tapi hanya sebagai kiper pilihan kedua skuad negaranya. Oliver Kahn merupakan salah satu legenda terbesar dalam sejarah sepak bola di Jerman dan dunia. Ia merupakan kiper yang sangat tangguh, memiliki daya juang yang tinggi dan kepemimpinan yang tegas. Terbukti ia mampu menyabet gelar kiper terbaik dunia versi IFFHS pada tahun 1999, 2000, dan 2002, serta menjadi kapten di Timnas Jerman (2001-2004) dan Bayern Munich (2002-2008).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmPJT7R4nSm7FF9tr66KrNfSeDUWOtXsQanrL8ifRJwtqx10MQsWQe7yfl0cHSq7w305tqzBYuUfwRKrMQ3F5AbLDe1S74ErGk8aiO9Unyhomj4gsp5b8G8ghJWwPdVNLGMJYySsdTUDNv/s1600/10.jpg

Daftar 10 Pemain Manchester United terbaik

Banyak yang bilang kalau supporter adalah pemain ke 12 dalam suatu tim Sepak bola. Hal ini memang bukan tanpa alasan, karna supporter adalah elemen yang selalu memberikan suntikan semangat dan motivasi bagi para pemain yang sedang berlaga. Oleh karna itu maka tak heran jika kemenangan suatu tim biasanya lebih banyak diraih di kandang sendiri.

Para supporter sepak bola itu sangat total dalam mendukung tim kesayangan mereka, bahkan tak jarang ada yang sampai mau berkorban nyawa hanya untuk mendukung tim kesayanganya. hampir semua supporter di seluruh dunia ini pasti mempunyai rasa loyal dan fanatik, tapi tahukah kamu supporter dari negara manakah yang mendapat predikat sebagai supporter sepak bola paling fanatik,?

berikut adalah daftar 10 supporter sepak bola paling fanatik di Dunia (urutan dari yang terbawah) :

10.Jerman
Salah satu negara dengan sepak bola yang maju ini mempunyai banyak supporter yang sangat fanatik. Banyak supporter yang rela untuk berpetualang berkeliling negara jerman hanya untuk mengikuti tour musiman tim idola mereka. tingkat loyalitas mereka sangat tinggi, bahkan presentase rata-rata kepadatan stadion bisa mencapai 85%. basis supporter fanatik Jerman adalah Bayern Munich dan Hertha Berlin

9.Jepang
Semenjak sukses menyelenggarakan piala dunia 2002, animo masyarakat pada pertandingan sepakbola di jepang meningkat tajam. hal ini dibuktikan dengan adanya kenaikan rata-rata kepadatan stadion dari 80% menjadi 86,6%. Supporter jepang yang paling dikenal fanatik adalah supporter tim Gamba Osaka, mereka terkenal sebagai supporter yang berani mati demi untuk mendukung super Gamba.

8.Spanyol
Sebagai satu dari tiga negara utama sepak bola eropa, spanyol mempunyai tim-tim yang tangguh dan berkualitas, rivalitas yang tinggi antar tim juga berimbas pada makin meningkatnya tingkat loyalitas antar supporter tim. rata-rata kepadatan stadion di spanyol mencapai 87%. basis supporter fanatik di spanyol adalah valencia, Barcelona, Real Madrid, dan atletico Madrid

7.Belanda
Gaya sepak boal Total Football yang diterapkan di Belanda ternyata juga diimbangi dengan dukungan dukungan supporter sepakbola belanda yang sangat Total. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata kepadatan stadion yang mencapai 89%. dan Basis supporter fanatiknya adalah Ajax Amsterdam

6.Mexico
Salah satu kekuatan sepakbola benua amerika ini memang dikenal mempunyai banyak supporter fanatik. dan salah satu yang unk dari mereka adalah mereka selalu menampakkan identitas ke-Mexico-annya dalam mendukung tim kesayangan mereka. rata-rata kepadatan stadion mencapai 90%. Basis supporter fanatiknya adalah Chivas Guadalajara

5.Italia
Di Italia, fanatisme supporter memang sangat tinggi. supporter italia dikenal sebagai supporter yang keras, bahkan hampir tiap klub mempunyai supporter garis keras (ULTRAS), yang biasanya selalu total dalam mendukung tim. rata-rata kepadatan stadionpun mencapai 93%. basis supporter fanatiknya adalah Roma, Juventus, serta Milan dan Inter Milan

4. Brazil
Negara yang dikenal sebagai pemasok pemain sepakbola terbesar di Dunia ini adalah salah satu negara yang mempunyai supporter sepakbola yang fanatik. sudah tak terhitung berapa nyawa yang melayang karna tawuran antar supporter di liga Brazil. supporter Brazil dikenal sangat loyal pada tim. rata-rata kepadatan Stadion bahkan bisa mencapai 93%. Basis supporter fanatiknya adalah Sao Paolo FC

3.Indonesia
Boleh dibilang, inilah salah satu negara yang paling banyak menelan korban tawuran antar supporter di liga sepakbola. Rasa fanatisme yang berlebihan ini kadang justru berdampak negatif. Bahkan franz Beckenbauer pun sampai kaget setelah melihat video tawuran supporter Indonesia. Ia mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai supporter terloyal. Dan hal itu dibuktikan dengan tingginya angka rata-rata kepadatan stadion di indonesia yang bisa mencapai 96 %. Basis supporter fanatik Indonesia adalah Persebaya, Persib, PSIS, Persipura, dan PSIM

2.Argentina
Loyalitas supporter Argentina dalam mendkung tim idola mereka memang tak perlu diragukan lagi. para supporter sudah menganggap kemenangan tim sebagai harga mati. maka tak heran jika mereka selalu total dalam mendukung tim mereka untuk memperoleh kemenangan. sama seperti Indonesia, di Argentina juga banyak terjadi perkelahian antar supporter yang menyebebkan korban jiwa. Tingkat rata-rata kepadatan stadion bise mencapai 97%. Basis suporter fanatiknya adalah River Plate dan Boca Junior

1.Inggris
Tak dapat dipungkiri lagi, Inggris lah negara dengan suporter paling fanatik di Dunia. para Supporter tak henti-hentinya menyanyikan lagu kebangsaan tim mereka sepanjang 90 menit untuk mendukung tim mereka. Bahkan di tingkat negara, Hooligan Inggris juga dikenal sebagai supporter paling fanatik. rata-rata kepadatan stadion bisa mencapai 99%. Dan basis supporter fanatik di Inggris adalah Liverpool dan Manchester United

Thumbs up 10 Jersey Klub Sepakbola Terunik Musim 2010/2011 [+pict]

Quote:
10 Jersey Klub Sepakbola Terbaik Musim 2010/2011
Quote:
Quote:
1. Kaiserslautern (edisi Fritz Walter)
Quote:
Legenda Jerman Fritz Walter sepertinya akan selalu dikenang oleh Kaiserslautern. Bentuk apresiasi itu ditunjukkan dengan sebuah seragam bergaya retro ketika klub tersebut melawan Borussia Monchengladbach pada Oktober lalu. Para fan memiliki dua seragam. Tapi salah satu seragamnya menjadi semacam replika dari seragam Jerman Barat 1954 saat Walter menjadi kapten kemenangan buat negaranya. Dalam kostum itu terdapat pesan, "Kunci sukses adalah persahabatan dan itu akan memberikan segalanya."
Quote:
Spoiler for Pict:
Quote:
Quote:
2. Valencia (edisi Jepang)
Quote:
Petaka gempa dan tsunami yang melanda Jepang memiliki dampak besar terhadap permainan secara global. Usaha untuk memberikan penghormatan di seluruh dunia seakan menjamur di berbagai tempat, tetapi rasanya tak ada yang lebih pantas yang dilakukan oleh Valencia. Usaha itu ditunjukkannya ketika Valencia bertemu dengan Sevilla usai petaka yang mematikan itu. Los Che kemudian menerjemahkan nama-nama para pemainnya ke dalam bahasa Jepang yang diiringi dengan gerakan tubuhnya yang serasi serta tepuk tangannya yang meraih.
Quote:

Spoiler for Pict:
Quote:
Quote:
3. Flamengo (tandang)
Quote:
Salah satu klub terbesar Brasil ini berupaya untuk menciptakan kembali era klasik 1980-an mereka. Setelah gagal mendapatkan sebuah sponsor baru, klub raksasa Amerika Latin ini kemudian memilih untuk melakukan pendekatan merancang kostumnya dengan lengannya berwarna hitam, berpadu dengan warna merah dan putih untuk seragam tandang mereka. Asa pun menjulang, dengan sosok Ronaldinho diharapkan bisa memperbaiki juga penampilan mereka di lapangan.
Quote:

Spoiler for Pict:
Quote:
Quote:
4. Man City (jersey ketiga)
Quote:
Mungkin saja Citizens tengah berupaya meyakinkan Carlos Tevez kalau dirinya sedang bermain untuk River Plate lewat seragamnya yang memikat perhatian itu. Ya, memang tak bisa diragukan lagi adanya pengaruh dari klub Argentina itu lewat seragam putih dengan sebuah garis berwarna merah dan hitam yang menyelempang di badan. City tampaknya juga berniat untuk mengukir sejarah mengakhiri paceklik gelarnya sejak 1976.
Quote:
Spoiler for Pict:
Quote:
Quote:
5. Inter Milan (tandang)
Quote:
Tentunya mencari pengganti Jose Mourinho serta berusaha mengulangi treble gelar bukanlah pekerjaan yang gampang. Itulah sebabnya Nerazzurri kemudian menyuntikkan beberapa pembaruan, terutama dalam kostum tandang yang mereka gunakan. Di kostum itu tersebut dihadirkan liukan ular besar Italia yang diletakkannya di sisi lengan dan bagian bawah baju mereka. Seragam ini kali pertama diperlihatkan pada perayaan Scudetto 2010 dan ditampilkan sepanjang turnamen Coppa Italia 2011.
Quote:
Spoiler for Pict:

Quote:
Quote:
6. PSV (tandang)
Quote:

PSV dan Philips yang menjadi sponsornya menyimpan kesamaan antara satu dan yang lainnya. Klub Eredivisie ini mendesain secara khusus kostum mereka dengan desain hitam yang terlihat berani. Warna hitam itu disisipkan juga dengan blok berwarna merah dan hitam yang menjadi apresiasi khusus buat Provinsi Noord-Brabant --wilayah yang notabene mereka wakili.
Quote:
Spoiler for Pict:

Quote:
Quote:
7. Marseille (jersey ketiga)
Quote:

Les Phoceens selalu menjadi salah satu klub yang percaya diri dengan melakukan banyak hal lewat cara mereka sendiri. Sebagai perayaan kembalinya mereka ke Liga Champions, klub Ligue 1 Prancis ini memberikan penghormatan khusus kepada leluhur dari para pemain muda asal Afrika mereka. Selain itu seragam yang mereka kenakan itu juga menjadi semacam cerminan dari Marseille sebagai kota multikultural.
Quote:
Spoiler for pict:

Quote:
Quote:

8. Sanfrecce Hiroshima (kandang)
Quote:
Boleh jadi J-League ini bertemu dengan Jimi Hendrix lewat pendekatan dari Sanfrecce Hiroshima. Seragam yang menyiratkan ketenangan jiwa itu seperti terinspirasi dari Paul Klee. Tapi tak ada yang pernah tahu apakah seragam itu didesain untuk menghipnotis lawan atau tidak, tapi satu hal yang pasti adalah seragam yang mereka kenakan itu menjadi salah satu barang koleksi yang menarik.
Quote:
Spoiler for Pict:
Quote:
Quote:

9. Penarol (Libertadores)
Quote:
Penarol, klub asal Uruguay, melakukan pendekatan yang minimalis untuk perlengkapan yang mereka kenakan di Copa Libertadores. Tanpa ada sebuah sponsor, mereka tetap percaya diri dengan garis-garis hitam-kuning di seragam mereka. Meski terkesan sederhana, namun tetap saja terlihat stylish. Lihat seragam mereka di sini.
Quote:
Spoiler for Pict:

Quote:
Quote:
10. Blackpool (kandang)
Quote:
Skuad berjuluk Tangerines ini memberikan kesegaran tersendiri bagi perhelatan kompetisi Liga Primer Inggris musim lalu. Tim asuhan Ian Holloway ini secara menyeluruh memperlihatkan kecerahan seperti yang dicerminkannya lewat seragam yang mereka kenakan. Mereka juga bermain dengan sebuah gaya yang tak pernah pantang menyerah, memiliki seorang manajer yang blak-blak-an, fans optimis, dan yang paling utama adalah seragam mereka.
Quote:

Spoiler for Pict:

INGGRIS

Jumat, 25 November 2011

Konfederasi:
Uefa
 
Pemain Bintang:
Wayne Rooney, Steven Gerrard, Frank Lampard
 
Prestasi Tertinggi Piala Dunia:
Winners (1966)
 
Ranking FIFA Saat Ini:
8
 
Kekuatan:
Midfield, organisation
 
Kelemahan:
Retaining possession
 
Pendukung:
Expecting to win
 
PERJALANAN MENUJU EURO 2012


GRUP G GP GD PTS
1 Inggris (lolos)       8 5 3 0 12 18
2 Montenegro 8 3 3 2 0 12
3 Swiss 8 3 2 3 2 11
4 Wales 8 3 0 5 -4 9
5 Bulgaria           8 1 2 5 -10 5


HASIL-HASIL TOP SKOR
Sep 3, 2010: Inggris 4-0 Bulgaria
Sep 7, 2010: Swiss 1-3 Inggris
Okt 12, 2010: Inggris 0-0 Montenegro
Mar 26, 2011: Wales 0-2 Inggris
Jun 4, 2011: Inggris 2-2 Swiss
Sep 2, 2011: Bulgaria 0-3 Inggris
Sep 6, 2011: Inggris 1-0 Wales
Okt 7, 2011: Montenegro 2-2 Inggris
3 - Darren Bent, Jermain Defoe, Wayne Rooney, Ashley Young 2 - Adam Johnson,
Frank Lampard
1 - Gary Cahill

Awal perjalanan panjang Inggris menuju Piala Eropa 2012 ditandai dengan gebrakan luar biasa di partai perdana kualifikasi: Inggris menggebuk Bulgaria 4-0, dengan Jermain Defoe tampil sebagai pahlawan berkat hat-trick-nya. Dua pertandingan berlalu, Inggris merajai Grup G. Akan tetapi harapan Inggris untuk segera memastikan satu tiket ke putaran final menemui jalan terjal setelah menghadapi dua hasil mengecewakan saat ditahan imbang di kandang Montenegro dan Swiss.

Kendati demikian, pasukan Fabio Capello perlahan bangkit dengan kembali menghajar Bulgaria dan menang tipis atas Wales. Dua hasil positif itu praktis sudah cukup mengantar the Three Lions mengunci satu tempat di Polandia-Ukraina. Namun di laga pamungkas kontra Montenegro terjadi insiden yang amat sangat merugikan Inggris, yakni kartu merah Wayne Rooney. Pada laga itu, Inggris sudah sempat memimpin dua gol sebelum dikejar oleh Montenegro untuk memaksakan hasil seri 2-2. Akibat kartu merah itu, Rooney terpaksa harus absen di tiga laga penyisihan grup Piala Eropa.

SEJARAH DI PIALA EROPA

1960 Tidak mengikuti
1988 Babak grup
1964 Tidak lolos 1992 Babak grup
1968 Peringkat ketiga 1996 Semi-final
1972 Tidak lolos 2000 Babak grup
1976 Tidak lolos 2004 Perempat-final
1980 Babak grup 2008 Tidak lolos
1984 Tidak lolos 2012 Lolos sebagai juara grup

Kiprah Inggris di kejuaraan terbaik Benua Biru ini yang paling fenomenal dalam beberapa dekade ke belakang terjadi di tahun 1996, saat itu mereka mencapai babak semi-final. Namun apa lacur, kegagalan Gareth Southgate mengonversi tendangan penalti memaksa skuad asuhan Inggris era Terry Venable harus puas mengelus dada melihat Jerman melaju ke final berkat kemenangan dalam drama adu tos-tosan.

Lebih ironis lagi di edisi 2000, Inggris disingkirkan Rumania di gim final grup lewat sebuah eksekusi penalti di menit-menit terakhir pertandingan. Empat tahun berselang, kembali tendangan 12 pas menjadi sebuah cerita pahit tersendiri bagi Inggris. Bertemu Portugal di perempat-final, tim sepakbola negeri Ratu Elisabeth mesti berbesar hati bertekuk lutut di tangan Portugal yang memenangkan adu penalti.

Dan di tahun 2008 diwarnai dengan pemecatan manajer Steve McClaren atas ketidakberhasilannya membawa Inggris mengamankan tiket ke putaran final Euro 2008.

MANAJER | FABIO CAPELLO


Kendati membawa angin segar bagi Inggris selama kampanye kualifikasi Euro 2012, Capello tak serta merta tetap dipandang sebagai pelatih yang kredibel dalam menahkodai Inggris. Publik Inggris mungkin ogah mengingat-ingat betapa mirisnya perjuangan pasukan Capello di Piala Dunia 2010 lalu. Atas pencapaian menyakitkan itulah yang sampai sekarang masih menyisakan sangsi di benak banyak kalangan terhadap kapabilitas pria Italia itu.

Mantan juru taktik Real Madrid ini, yang memang sudah memastikan akan meninggalkan kursi pelatih Inggris setelah final di Polandia-Ukraina, telah berikrar bakal belajar mati-matian dari kesalahan yang dibuat timnya sepanjang perhelatan Piala Dunia kemarin dengan mungkin memunculkan kebijakan memberi izin para pemainnya untuk beristirahat sampai dua minggu sebelum mereka kembali bergabung ke skuad untuk turnamen ini.

KAPTEN | JOHN TERRY


Sejumlah pihak masih menganggap Terry tetaplah menjadi figur kunci di jantung pertahanan Ingrgis selama kualifikasi Euro 2012, bahkan ia kembali mendapatkan ban kaptennya dari lengan Rio Ferdinand lantaran bek Manchester United itu memiliki masalah serius pada kebugarannya yang mulai sering ditimpa cedera.

Ancaman utama tergantinya posisi Terry sebagai kapten sejatinya berasal dari masalah pribadinya sendiri. Ban kaptennya pernah dilucuti lantaran ia terlibat perselingkuhan dengan kekasih rekan mainnya, Wayne Bridge.

Tindakan rasis melibatkan dirinya yang saat ini masih menjadi investigasi pihak otoritas sepakbola Inggris, bisa saja mengulang kembali cerita pencopotan ban kapten di lengan Terry. Kendati begitu, Capello tetap membela anak didiknya itu, setidaknya ban kapten Terry masih dipertahankan sang pelatih sampai tindakan rasial itu benar-benar terungkap dan terbukti.

PEMAIN BINTANG | WAYNE ROONEY


Wayne Rooney menjadi bagian tak terpisahkan atas lolosnya Inggris ke putaran final Euro 2012. Striker Manchester United itu telah bangkit dari penampilan buruknya di Piala Dunia 2010 lalu untuk menjadi salah satu pemain paling kontributif selama kualifikasi Euro 2012. Rooney, yang sudah tak lagi mencetak gol di turnamen besar sejak kali terakhir mencetak gol di Euro 2004, di tahap kualifikasi berhasil melesakkan tiga gol dari tujuh laga yang dilakoninya.

Namun Rooney tetaplah Rooney. Tak bisa kontrol emosi saat menghadapi Montenegro di laga pamungkas kualifikasi, ia pun diganjar kartu merah setelah menekel dari belakang Miodrag Dzudovic. Imbas dari kartu merah amat merugikan lantaran Inggris harus kehilangan jasa Rooney selama tiga pertandingan fase grup di Polandia-Ukraina. Meski begitu, Capello diyakini tetap akan menjadikan Rooney sebagai bagian dari skuad Inggris di kompetisi termasyur Eropa tersebut.

TALENTA BERBAKAT | JACK WILSHERE


Salah satu talenta muda berbakat yang cukup menyita perhatian Capello setelah Piala Dunia. Wilshere telah menjadi elemen penting dalam lini tengah Arsenal dan semakin tampak batang hidungnya di tim senior setelah ia melakukan full debutnya dalam kemenangan 2-1 atas Denmark di laga persahabatan pada Feburari 2011.

Walaupun permasalahan cedera kemudian menghambat perkembangannya dengan the Three Lions selama kualifikasi Euro 2012, Wilshere sepertinya sudah menjadi salah satu proyek jangka panjang Inggris untuk tahun-tahun yang akan datang. Capello sendiri tak segan mengakui Wilshere sebagai gelandang terbaik yang pernah ia temukan di usianya. Bahkan kelak Wilshere diprediksi bisa mengemban ban kapten Inggris.

Ashley Young Profil Lengkap

Selasa, 22 November 2011

Profil Tim dan Biodata Pemain kali ini, kembali menyajikan Profil slah satu pemain muda yang namanya kian bersinar yaitu Ashley Young. Ashley Young, adalah pemain yang berkebangsaan Inggris yang berposisi sebagai penyerang sayap. Penampilan bagusnya bersama Aston Villa musim lalu, membuat dirinya diminati oleh Klub-klub besar Liga Inggris. Dan baru-baru ini, akhirnya Ashley Young resmi berseragam Manchester United dengan nilai Transfer sebesar 15 Juta Poundsterling. Winger yang memiliki kecepatan, dan skill yang diatas rata-rata ini, diharapkan dapat bersinar di Klub barunya Manchester United, dan Young disebut-sebut sebagai The Next Ronaldo. Pemain yang memiliki nama lengkap Ashley Simon Young ini, lahir di Stevenage, Inggris 9 Juli 1985. Bagi kamu yang penasaran ingin mengetahui Profil Pemain, Perjalanan Karir, kehidupan Pribadi, dan Biografi lengkap dari Winger berusia 25 tahun ini. Mari kita simak Profile dan Biography lengkap dari Ashley Young.


Profil Dan Biodata Lengkap Ashley Young


Nama Lengkap : Ashley Simon Young
Tempat Lahir : Stevenage, Inggris
Tanggal Lahir : 09-07-1985
Kebangsaan : Inggris
Posisi : Penyerang Sayap
Bermain di Klub : Manchester United

Karir

Karier junior
2000–2002 Watford

Karier senior

Tahun Tim Tampil (Gol)
2002–2007 Watford 98 (19)
2007– Aston Villa 123 (23)

Tim nasional

2006–2007 England U21 10 (0)
2007–2009 England 7 (0)

Demikian sekilas mengenai Profil dan Biografi dari Ashley Young, Penyerang sayap Manchester United yang baru saja didatangkan dari Aston Villa, dan lengkap kami sajikan dengan fotonya.

Profil Lengkap Tom Cleverley

Tom Cleverley, adalah pemain muda yang mencuri banyak perhatian publik Inggris lewat permainan memukaunya di laga perdana The Red Devils. Memiliki visi bermain yang bagus dan umpan-umpan yang memanjakan Striker, membuat pemain berusia 22 tahun ini, disebut-sebut sebagai The Next Paul Scholes. Pemain yang memiliki nama lengkap Thomas William Cleverley ini, lahir di Basingstoke, Inggris, tanggal 12 Agustus 1989. Bagi kamu yang penasaran ingin mengetahui Profil Tom Cleverley, Perjalanan Karir, Kehidupan Pribadi, dan Biography lengkap dari pemain tengah Manchester United ini. Langsung saja kita simak Profile dan Biography lengkap dari Tom Cleverley.


Profil Dan Biodata Lengkap Tom Cleverley

Nama Lengkap : Thomas William Cleverley
Tempat Lahir : Basingstoke, Inggris
Tanggal Lahir : 12 Agustus 1989
Kebangsaan : Inggris
Posisi : Gelandang
Bermain di Klub : Manchester United

Profil Pemain

Thomas William Cleverley atau yang lebih sering dikenal Tom Cleverley adalah seorang pemain sepak bola profesional yang berasal dari Inggris. Ia lahir pada tanggal 12 Agustus 1989 di Basingstoke, Inggris. Saat ini ia merupakan salah satu punggawa dari klub Manchester United dan bermain pada posisi gelandang. Selain itu ia juga termasuk pemain dalam skuad timnas Inggris.


Perjalanan Karir

Karir Junior:
2004–2005 : Bradford City
2005–2009 : Manchester United

Karir Senior:
2009–Sekarang : Manchester United
2009 → Leicester City (loan)
2009–2010 → Watford (loan)
2010–2011 → Wigan Athletic (loan)

Karir timnas:

2009 : England U20
2009–2011 : England U21

Demikian sekilas mengenai Profil dan Biografi Tom Cleverly, pemain muda Inggris yang saat ini bermain untuk Klub Manchester United.

Minggu, 20 November 2011

Man United: Top Ten Reserve Players of 2011

#10 Larnell Cole
D.O.B. 09/03/1993
From: Manchester
Position: Midfielder
Larnell Cole’s progress through the United ranks started to speed up last season when the Manchester born attacker began to nail down a regular spot in the Manchester United reserves. His Attacking midfield play has helped to set up a countless goals for United’s second string and his marauding wing-play has caused the best full-backs in the Reserve and Junior Leagues to look average as he continually bamboozles them with his blinding pace. His best performance of the year came against Liverpool at Anfield in the F.A. Youth Cup and it was his trickery on the right wing that set up United’s equaliser. His hard work in the Reserves paid off this year when he made his First team debut in the Carling Cup against Aldershot and his continual development into a better player means that more first team games maybe on the horizon sooner rather than later. Watch Video
 #9 Reece Brown
D.O.B. 01/11/1991
From: Manchester
Position: Defender
He’s big he’s bad he’s…. Reece Brown, but like his older brother Wes he has developed into one of the reserve team’s most natural defenders. He has all the attributes to be a top class centre half due to his aerial ability combined with strength and pace. His football brain, passing skills and nifty footwork has seen him also take up the full-back positions where his frightening speed has upset most opposition full-backs. His all-round ability has also seen him slot nicely into a defensive midfield role for the reserves where his performances earned him a one month loan spell in that position at Doncaster Rovers earlier this season. Reece was given the number 35 shirt for United for his place on the bench against Leeds United earlier this season and with the Red’s firing on all four fronts, a player of Reece Brown’s quality will certainly be knocking on the door in the near future when it comes to squad selection. Watch Video
#8 John Cofie
D.O.B. 21/01/1993
From: Aboso, Ghana
Position: Striker
Ghanaian born John Cofie joined Manchester United from Burnley after impressing the Red’s junior scouts and since then he has been a prolific goal scorer at every level for United. The tall powerful centre forward has the good habit of scoring goals whenever he plays, whether he starts or come on as a substitute. He has the tall powerful physique that would intimidate any professional defender and for a striker his all round play is exceptional for someone who still has time for plenty of development. His goalscoring has seen him called up for his chosen country England at youth level and at only 18 it may only be a matter of time before he gets his first team call-up as well. Watch Video
#7 Ezekiel Fryers
D.O.B. 09/09/1992
From: Manchester
Position: Defender
Ezekiel Fryer’s shock debut against Leeds this season may have come as a surprise to many Manchester United fans, however after his solid performances in helping United win the F.A. Youth Cup last season, it was only a matter of time before his first start in a Manchester United shirt would arise. Zeki’s height allows him to play comfortably at centre-half  but his most influential position is at full-back where the Mancunian born defender can showcase his attacking prowess. He has all the attributes to be the complete modern full-back with his tough tackling in defence combined with his ability to bomb forward on the flanks. His assured display on his Manchester United debut earned him another start against Aldershot and he has since made his Old Trafford debut in the Champions League. At only 19 Fryers has established himself as player that can no longer be overlooked when Sir Alex Ferguson chooses his first team squads. Watch Video
#6 Jesse Lingard
D.O.B. 15/12/1992
From: Warrington
Position: Midfielder
Jesse Lingard is a live-wire of an attacking player who’s work rate and infectious enthusiasm has helped him progress from academy level to reserve league football with ease. His skill, slinky footwork and electric pace means that he can play comfortable on either wing and his creativity means he can play just behind the striker. His highlights of the year were scoring the famous retaken penalty in the dramatic comeback at Anfield and then scoring in the semi-final of the F.A. Youth Cup against Chelsea.  His performances last season has earned him the number 53 jersey for United and he has been on the bench in both the Champions League and Carling Cup this season. In a footballing world where creative midfielders are of a premium, Jesse Lingard could have an impact on United’s first team sooner than most people think. Watch Video
#5 William Keane
D.O.B. 11/01/1993
From: Stockport
Position: Striker
Will Keane makes the art form of goalscoring look easy and his consistency at all youth levels has seen him become a goalscoring regular for the Manchester United reserves. He is coolness personified in the box and always seems to have time on the ball which is a sure sign of a good footballer. His assurance under pressure has made him deadly from the penalty spot and his all-round predatory instinct has caught the eye of United’s senior staff who all have high hopes for the Stockport born striker. He has already played for the England Under 21′s and the highlight of 2011 was his hat-trick in the semi-final of the F.A. Youth Cup when United beat Chelsea 4-0 at Old Trafford. At the age of only 18, Manchester United’s future goal scoring options are safely intact and soon the song “there’s only one Keano” may have to be changed to “there’s only two”. Watch Video
#4 Ryan Tunnicliffe
D.O.B. 30/12/1992
From: Bury
Position: Midfielder
Local lad Ryan Tunnicliffe emerged as one of the brightest prospects of last year’s Reserve League campaign. His grit, determination, surging runs and box to box play made him an imperative part of the 2011 Youth Cup success. After a string of stunning performances Ryan was awarded the 2011 Jimmy Murphy Young Player of the Year award which etches his name on the trophy along side the likes of previous winners Ryan Giggs, Paul Scholes and Wes Brown. Tunners was handed the number 46 shirt ahead of the game against Crawley Town last season and this season his loan move to Darren Ferguson’s Peterborough may give him the vital first team experience that helps the 18 year old edge nearer to the United first team. Watch Video
#3 Joshua King
D.O.B. 15/01/1992
From: Oslo, Norway
Position: Striker
The Norwegian born striker is quickly showing the potential towards becoming the perfect centre-forward. He has the power and pace to frighten even the strongest of defenders and has the composure in front of goal that helped him to be so prolific in the reserves last season. His ability to beat players enables him to create that extra yard in the box and his use of the ball helps him to create goals as well as score them. He was first spotted by Manchester United scouts at Ole Gunnar Solskjaer’s summer school in Norway in 2007 and the United number 41 soon became a regular playing for the Baby-Faced Assassin himself in the reserve league. He then made his debut for the first team as a 17 year old against Wolves in 2009. If anyone can spot a natural finisher it is Solskjaer and with Joshua King now applying his trade on-loan in Germany he can only return to United as a better playerWatch Video
#2 Paul Pogba
D.O.B. 15/03/1993
From: Lagny Sur Marne, France
Position: Midfielder
The French Midfielder has shown the potential in the reserves this year to be one of the top midfielders of his generation. He is strong on the ball, good in the air and has endless stamina which has helped him to dominate the engine room at all junior levels. His combative style is combined with sublime skill which helps him create an extra yard of space to pass the ball or score one of his trademark spectacular goals. His defining moment of the year came at Stamford Bridge in the semi-final of the F.A. Youth Cup when his virtuoso display, which was capped with a goal, gave United something to play for in the second leg at Old Trafford. This tough yet elegantly stylish midfielder has started to break into the first team already this season with two Carling Cup appearances and it is safe to say that his Premier League debut is just around the corner. Watch Video
#1 Ravel Morrison
D.O.B. 02/02/1993
From: Manchester
Position: Midfielder
Ravel Morrsion is quickly becoming the most exciting talent ever to grace the Reserve League since the famous class of ’92 almost twenty years ago. His creativity on the ball coupled with goal-scoring prowess allows him to play anywhere in midfield or up front and his ability to glide past defenders like they are not even there has made him the most talked about youth product at Old Trafford for years. His portfolio of goals range from acrobatic to spectacular and his one-touch passing is at a level that belies his standard of reserve team football. His defining moment this year came in the F.A. Youth Cup at Anfield in March when his two goals brought United back from the dead and his celebrations in front of the Kop has warmed him to the hearts of all Manchester United fans. The icing on the cake was a goal in the Youth Cup final and this season he made his second first team appearance when he came off the bench against Aldershot and put on an exhibition performance that showcased some of the Manchester lad’s vast array of tricks and skills. His rise to the big time seems to be imminent and being blessed with such a rare talent means that it is up to the boy himself how far he wants to go in football, because on this early evidence he has the potential to go all the way to the top. Watch Video