Profil 16 Peserta Euro 2012 Inilah profil 16 kandidat juara Euro 2012 di Polandia dan Ukraina pada 8 Juni - 1 Juli mendatang...

Selasa, 06 Desember 2011

Euro 2012 (Getty Images)
Getty Images
Klik pada nama negara di bawah ini untuk melihat profil tim peserta Piala Eropa 2012, diurut berdasarkan grup:

GRUP A
Polandia
Yunani
Rusia
Republik Ceko



GRUP B
  Belanda
Denmark
Jerman
Portugal



GRUP C
  Spanyol
Italia
Republik Irlandia
Kroasia



GRUP D
Ukraina
Swedia
Prancis
Inggris

PERJALANAN MENUJU EURO 2012


GRUP E GP GD PTS
1 Belanda (lolos)       10 9 0 1 29 27
2 Swedia (lolos) 10 8 0 2 20 24
3 Hongaria 10 6 1 3 8 19
4 Finlandia 10 3 1 6 0 10
5 Moldova 10 3 0 7 -4 9
6 San Marino           10 0 0 10 -53 0


HASIL-HASIL TOP SKOR
Sep 3, 2010: San Marino 0-5 Belanda
Sep 7, 2010: Belanda 2-1 Finlandia
Okt 8, 2010: Moldova 0-1 Belanda
Okt 12, 2010: Belanda 4-1 Swedia
Mar 25, 2011:  Hongaria 0-4 Belanda
March 29, 2011: Belanda 5-3 Hongaria
Sep 2, 2011: Belanda 11-0 San Marino
Sep 6, 2011: Finlandia 0-2 Belanda
Okt 7, 2011: Belanda 1-0 Moldova
Okt 11, 2011: Swedia 3-2 Belanda
12 - Klaas-Jan Huntelaar 6 - Robin van Persie,
Dirk Kuyt
3 - Ibrahim Afellay, Wesley Sneijder
2 - Ruud van Nistelrooy
1 - John Heitinga,
Rafael van der Vaart, Kevin Strootman, Georginio Wijnaldum,
Luuk de Jong

Setelah gagal di Piala Dunia 2010, Belanda pastinya mencari pelampiasan. Tapi kekecewaan karena takluk di final saat melawan Spanyol masih cukup membekas. Terlihat di penampilan awal mereka setelah Piala Dunia berakhir, di mana kemenangan yang dicatat tak cukup mengesankan.

Tapi Belanda bisa mengembalikan performa terbaik mereka dengan menundukkan Swedia dan Hongaria, untuk menegaskan mereka pantas berlaga di Polandia dan Ukraina.

Bahkan melawan San Marino di kandang sendiri, belanda mencatat rekor tersendiri dengan kemenangan 11-0. Selanjutnya, Belanda tak terbendung meski di akhir kualifikasi kalah 3-2 dari Swedia.

SEJARAH DI PIALA EROPA 

1960 Tidak ikut
1988 JUARA
1964 Tidak lolos
1992 Semi-final
1968 Tidak lolos 1996 Perempat-final
1972 Tidak lolos 2000 Semi-final
1976 Semi-final 2004 Semi-final
1980 Babak grup 2008 Perempat-final
1984 Tidak lolos 2012 Lolos sebagai juara grup

Belanda menjadi salah satu raksasa Eropa sekarang ini. Tapi saat pertama kali Piala Eropa digelar, mereka bahkan tidak ambil bagian hingga melakoni debut mereka di tahun 1976.

Dan kesuksesan terbesar mereka adalah saat menjadi juara di tahun 1988. Gelar tersebut menjadi gelar terbesar mereka dalam sejarah sepakbola dunia.

Hanya saja, sejak sukses tersebut, pencapaian terbaik Belanda sejauh ini di Piala Eropa adalah menembus semi-final.

MANAJER | BERT VAN MARWIJK


Van Marwijk menggantikan Marco Van Basten sebagai pelatih tim nasional usai Piala Eropa 2008. Hasilnya, Van Marwijk meraih lebih banyak pujian ketimbang pendahulunya itu. Van Marwijk dengan tegas menginginkannya pemainnya bisa menjaga konsistensi di level tertinggi, dan pemainnya bisa mewujudkan hal itu.

Van Marwijk juga bisa menjaga soliditas tim. Jika sebelumnya banyak ketidakharmonisan, skuad Belanda di bawahnya bisa tetap kompak dan solid di dalam mau pun di luar lapangan. Tak ada pemain yang protes ketika dibangkucadangkan. Hal ini menjadi bukti bahwa Van Marwijk memiliki manajemen yang baik.

Bersama Van Marwijk juga Belanda bisa mengukir rekor mengesankan dalam hal menorehkan kemenangan, dengan 23 kemenangan dari 25 laga kompetitif, yang artinya persentase kemenangan timnya mencapai 92 persen.

KAPTEN | MARK VAN BOMMEL


Setelah Marco Van Basten turun jabatan dan Van Marwijk menggantikan, Van Bommel mendapat lagi kepercayaan untuk membela tim nasional Belanda. Kepercayaan itu dijawabnya dengan sangat baik.

Sejak pemanggilan itu pula Van Bommel menjadi pemain kunci Belanda di sektor tengah, menjadi penyeimbang tim, pengumpan dan pemimpin di lapangan. Dengan karakter yang dimilikinya itu, Van Bommel pun tidak pernah luput dari pandangan Van Marwijk.

PEMAIN BINTANG | WESLEY SNEIJDER


Setelah melakoni debutnya di bulan April 2003, Wesley Sneijder langsung menjelma menjadi pemain andalan Belanda di sektor tengah. Kepiawaiannya memainkan bola membuatnya mendapat acungan empol dari banyak pihak.

Sneijder memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mengirim umpan-umpan jauh dan terukur, yang menyulitkan pemain belakang lawan untuk melakukan antisipasi. Sneijder juga punya kecepatan dan akurasi tendangan yang baik.

Sejauh ini ia sudah mencetak 23 gol untuk Belanda, yang menjadi rekor tersendiri di Belanda karena tak ada pemain tengah yang bisa mencetak gol sebanyak itu. Bahkan di Piala Dunia 2010, Sneijder meraih gelar topskor bersama dengan lima gol dari tujuh penampilan.

TALENTA BERBAKAT | KEVIN STROOTMAN


Namanya memang tidak banyak terdengar, tapi bakat dan talentanya di tanah Belanda sudah mencuri perhatian.

Bergabung dengan Utrecht pada Januari 2011, Strootman langsung tampil bagus dan mendapat panggilan tim nasional sebulan kemudian saat melakoni laga ujicoba melawan Austria. Sejak itu, ia menunjukkan penampilan mengagumkan sebelum akhirnya ditarik PSV Eindhoven di musim panas.

Dengan kemampuannya mengawal sektor tengah, Strootman dinilai sebagai pelapis yang mumpuni untuk Van Bommel atau pun Nigel De Jong. Karena itulah Van Marwijk terus mengamati perkembangannya di tim nasional.

PRANCIS

PERJALANAN MENUJU EURO 2012


GRUP D GP GD PTS
1 Prancis (lolos)       10 6 3 1 11 21
2 Bosnia & Herzegovina 10 6 2 2 9 20
3 Rumania 10 3 5 2 4 14
4 Belarus 10 3 4 3 1 13
5 Albania 10 2 3 5 -7 9
6 Luksemburg        10 1 1 8 -18 4


HASIL-HASIL TOP SKOR
Sep 3, 2010 Prancis 0-1 Belarus
Sep 7, 2010 Bosnia & Hezegovina 0-2 Prancis
Okt 9, 2010 Prancis 2-0 Rumania
Okt 12, 2010 Prancis 2-0 Luksemburg
Mar 25, 2011 Luksemburg 0-2 Prancis
Jun 3, 2011 Belarus 1-1 Prancis
Sep 2, 2011 Albania 1-2 Prancis
Sep 6, 2011 Rumania 0-0 Prancis
Okt 7, 2011 Prancis 3-0 Albania
Okt 11, 2011 Prancis 1-1 Bosnia & Herzegovina
3 - Karim Benzema,
Yoann Gourcuff, Florent Malouda
2 - Loic Remy
1 - Yann M'Vila,
Philippe Mexes,
Samir Nasri,
Anthony Reveillere

Bukan tugas yang mudah bagi Prancis untuk lolos dari kualifikasi Euro 2012. Setelah penampilan buruk di Piala Dunia, mereka menderita kekalahan mengejutkan dari Belarusia di kandang sendiri, meski kemudian terbukti menjadi satu-satunya kekalahan mereka pada kualifikasi.

Titik balik Les Bleus terjadi di Bosnia-Herzegovina ketika berhasil mengalahkan tuan rumah 2-0. Akibat serangkaian hasil yang tidak memuaskan, penampilan akhir juga ditandai ketika menghadapi pasukan Safet Susic yang menentukan tiket ke Polandia dan Ukraina tahun depan.

Edin Dzeko membawa Bosnia unggul lebih dahulu, tetapi dengan mengatasi kendala cedera yang mereka hadapi, Prancis mampu menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Samir Nasri.

SEJARAH DI PIALA EROPA 

1960 Peringkat keempat 1988 Tidak lolos
1964 Tidak lolos 1992 Babak grup
1968 Tidak lolos 1996 Semi-final
1972 Tidak lolos 2000 JUARA
1976 Tidak lolos 2004 Perempat-final
1980 Tidak lolos 2008 Babak grup
1984 JUARA 2012 Lolos sebagai juara grup

Prancis dua kali menjuarai Euro meski rekor keseluruhan mereka tidak bisa dibilang gemilang.

Dipimpin Michel Platini pada 1984, Prancis meraih kesuksesan di kandang sendiri tanpa pernah melaju ke putaran final turnamen sebelumnya. Pencapaian serupa diraih 16 tahun berselang dengan mengalahkan Italia secara dramatis.

Sejak saat itu, Prancis dikalahkan Yunani pada perempat-final Euro 2004 sebelum secara tragis tersingkir empat tahun kemudian dari grup keras yang dihuni Belanda dan Italia.

MANAJER | LAURENT BLANC


Ditunjuk sebagai penerus kiprah Raymond Domenech yang gagal total, Laurent Blanc ditugasi memimpin Prancis untuk bangkit dari kegagalan Piala Dunia 2010 yang memecah belah skuad timnas.

Karier kepelatihan Blanc terbilang hijau dengan pengalaman dua tahun menangani Girondins Bordeaux. Meski demikian, pada musim debutnya Blanc membawa gelar juara Ligue 1 ke Stade Chaban-Delmas serta diikuti keberhasilan menembus babak delapan besar Liga Champions musim berikutnya.

Blanc tahu betul pentas internasional. Mantan bek tengah ini merupakan bagian sukses Prancis menjuarai Piala DUnia 1998, meski absen pada laga final karena sanksi akumulasi kartu.

KAPTEN | HUGO LLORIS


Secara teknis, Prancis belum memiliki kapten tetap saat ini, tetapi Blanc menjanjikan untuk menunjuk seorang pemain sebelum Euro 2012 dimulai. Saat ini, Hugo Lloris yang kerap dipercaya memimpin tim.

Lloris sudah bermain 30 kali untuk timnas Prancis dan menjadi salah satu kiper yang penampilannya dipuji publik Eropa setelah bergabung dari Nice pada 2008.

Meski pemain lain seperti Franck Ribery, Florent Malouda, dan Eric Abidal lebih berpengalaman, dengan tampil di final Piala Dunia 2006, Lloris menjadi ujung tombak era baru sepakbola Prancis.

PEMAIN BINTANG | FRANCK RIBERY


Bukan tugas mudah memilih yang terbaik dari jajaran pemain timnas Prancis saat ini karena begitu banyak pemain yang tampil di pentas internasional.

Contohnya, Franck Ribery. Bagi publik Prancis, Ribery kerap dianggap terlalu individualistis dan egoistis. Namun, Blanc mempercayakan Ribery sebagai pemain yang dapat mempengaruhi hasil pertandingan.

Cedera dan kehilangan performa membuat Ribery belum menemui puncak penampilan sejak ditangani Blanc, tapi kalau bisa bermain sebaik di Bayern Munich setiap pekan, Prancis akan sangat diuntungkan.

TALENTA BERBAKAT | YANN M'VILA


Sejak Blanc bertugas, Yann M'Vila merupakan pemain yang tidak tergantikan. Hal itu membuktikan penampilan cemerlang gelandang Rennes itu untuk Prancis.

M'Vila dipuji karena memiliki kemampuan bertahan yang baik, selain sangat mobil di posisinya. M'Vila juga mampu memberikan ancaman ofensif ketika memperoleh bola di kakinya, meski mencetak gol bukan merupakan tugas utamanya.

Dikaitkan dengan transfer potensial ke sejumlah klub top Eropa musim panas ini, termasuk Arsenal dan Real Madrid, penampilan positif di Euro 2012 akan menyingkirkan segala keraguan atas reputasinya saat ini.

ENGLAND

PERJALANAN MENUJU EURO 2012


GRUP G GP GD PTS
1 Inggris (lolos)       8 5 3 0 12 18
2 Montenegro 8 3 3 2 0 12
3 Swiss 8 3 2 3 2 11
4 Wales 8 3 0 5 -4 9
5 Bulgaria           8 1 2 5 -10 5


HASIL-HASIL TOP SKOR
Sep 3, 2010: Inggris 4-0 Bulgaria
Sep 7, 2010: Swiss 1-3 Inggris
Okt 12, 2010: Inggris 0-0 Montenegro
Mar 26, 2011: Wales 0-2 Inggris
Jun 4, 2011: Inggris 2-2 Swiss
Sep 2, 2011: Bulgaria 0-3 Inggris
Sep 6, 2011: Inggris 1-0 Wales
Okt 7, 2011: Montenegro 2-2 Inggris
3 - Darren Bent, Jermain Defoe, Wayne Rooney, Ashley Young 2 - Adam Johnson,
Frank Lampard
1 - Gary Cahill

Awal perjalanan panjang Inggris menuju Piala Eropa 2012 ditandai dengan gebrakan luar biasa di partai perdana kualifikasi: Inggris menggebuk Bulgaria 4-0, dengan Jermain Defoe tampil sebagai pahlawan berkat hat-trick-nya. Dua pertandingan berlalu, Inggris merajai Grup G. Akan tetapi harapan Inggris untuk segera memastikan satu tiket ke putaran final menemui jalan terjal setelah menghadapi dua hasil mengecewakan saat ditahan imbang di kandang Montenegro dan Swiss.

Kendati demikian, pasukan Fabio Capello perlahan bangkit dengan kembali menghajar Bulgaria dan menang tipis atas Wales. Dua hasil positif itu praktis sudah cukup mengantar the Three Lions mengunci satu tempat di Polandia-Ukraina. Namun di laga pamungkas kontra Montenegro terjadi insiden yang amat sangat merugikan Inggris, yakni kartu merah Wayne Rooney. Pada laga itu, Inggris sudah sempat memimpin dua gol sebelum dikejar oleh Montenegro untuk memaksakan hasil seri 2-2. Akibat kartu merah itu, Rooney terpaksa harus absen di tiga laga penyisihan grup Piala Eropa.

SEJARAH DI PIALA EROPA

1960 Tidak mengikuti
1988 Babak grup
1964 Tidak lolos 1992 Babak grup
1968 Peringkat ketiga 1996 Semi-final
1972 Tidak lolos 2000 Babak grup
1976 Tidak lolos 2004 Perempat-final
1980 Babak grup 2008 Tidak lolos
1984 Tidak lolos 2012 Lolos sebagai juara grup

Kiprah Inggris di kejuaraan terbaik Benua Biru ini yang paling fenomenal dalam beberapa dekade ke belakang terjadi di tahun 1996, saat itu mereka mencapai babak semi-final. Namun apa lacur, kegagalan Gareth Southgate mengonversi tendangan penalti memaksa skuad asuhan Inggris era Terry Venable harus puas mengelus dada melihat Jerman melaju ke final berkat kemenangan dalam drama adu tos-tosan.

Lebih ironis lagi di edisi 2000, Inggris disingkirkan Rumania di gim final grup lewat sebuah eksekusi penalti di menit-menit terakhir pertandingan. Empat tahun berselang, kembali tendangan 12 pas menjadi sebuah cerita pahit tersendiri bagi Inggris. Bertemu Portugal di perempat-final, tim sepakbola negeri Ratu Elisabeth mesti berbesar hati bertekuk lutut di tangan Portugal yang memenangkan adu penalti.

Dan di tahun 2008 diwarnai dengan pemecatan manajer Steve McClaren atas ketidakberhasilannya membawa Inggris mengamankan tiket ke putaran final Euro 2008.

MANAJER | FABIO CAPELLO


Kendati membawa angin segar bagi Inggris selama kampanye kualifikasi Euro 2012, Capello tak serta merta tetap dipandang sebagai pelatih yang kredibel dalam menahkodai Inggris. Publik Inggris mungkin ogah mengingat-ingat betapa mirisnya perjuangan pasukan Capello di Piala Dunia 2010 lalu. Atas pencapaian menyakitkan itulah yang sampai sekarang masih menyisakan sangsi di benak banyak kalangan terhadap kapabilitas pria Italia itu.

Mantan juru taktik Real Madrid ini, yang memang sudah memastikan akan meninggalkan kursi pelatih Inggris setelah final di Polandia-Ukraina, telah berikrar bakal belajar mati-matian dari kesalahan yang dibuat timnya sepanjang perhelatan Piala Dunia kemarin dengan mungkin memunculkan kebijakan memberi izin para pemainnya untuk beristirahat sampai dua minggu sebelum mereka kembali bergabung ke skuad untuk turnamen ini.

KAPTEN | JOHN TERRY


Sejumlah pihak masih menganggap Terry tetaplah menjadi figur kunci di jantung pertahanan Ingrgis selama kualifikasi Euro 2012, bahkan ia kembali mendapatkan ban kaptennya dari lengan Rio Ferdinand lantaran bek Manchester United itu memiliki masalah serius pada kebugarannya yang mulai sering ditimpa cedera.

Ancaman utama tergantinya posisi Terry sebagai kapten sejatinya berasal dari masalah pribadinya sendiri. Ban kaptennya pernah dilucuti lantaran ia terlibat perselingkuhan dengan kekasih rekan mainnya, Wayne Bridge.

Tindakan rasis melibatkan dirinya yang saat ini masih menjadi investigasi pihak otoritas sepakbola Inggris, bisa saja mengulang kembali cerita pencopotan ban kapten di lengan Terry. Kendati begitu, Capello tetap membela anak didiknya itu, setidaknya ban kapten Terry masih dipertahankan sang pelatih sampai tindakan rasial itu benar-benar terungkap dan terbukti.

PEMAIN BINTANG | WAYNE ROONEY


Wayne Rooney menjadi bagian tak terpisahkan atas lolosnya Inggris ke putaran final Euro 2012. Striker Manchester United itu telah bangkit dari penampilan buruknya di Piala Dunia 2010 lalu untuk menjadi salah satu pemain paling kontributif selama kualifikasi Euro 2012. Rooney, yang sudah tak lagi mencetak gol di turnamen besar sejak kali terakhir mencetak gol di Euro 2004, di tahap kualifikasi berhasil melesakkan tiga gol dari tujuh laga yang dilakoninya.

Namun Rooney tetaplah Rooney. Tak bisa kontrol emosi saat menghadapi Montenegro di laga pamungkas kualifikasi, ia pun diganjar kartu merah setelah menekel dari belakang Miodrag Dzudovic. Imbas dari kartu merah amat merugikan lantaran Inggris harus kehilangan jasa Rooney selama tiga pertandingan fase grup di Polandia-Ukraina. Meski begitu, Capello diyakini tetap akan menjadikan Rooney sebagai bagian dari skuad Inggris di kompetisi termasyur Eropa tersebut.

TALENTA BERBAKAT | JACK WILSHERE


Salah satu talenta muda berbakat yang cukup menyita perhatian Capello setelah Piala Dunia. Wilshere telah menjadi elemen penting dalam lini tengah Arsenal dan semakin tampak batang hidungnya di tim senior setelah ia melakukan full debutnya dalam kemenangan 2-1 atas Denmark di laga persahabatan pada Feburari 2011.

Walaupun permasalahan cedera kemudian menghambat perkembangannya dengan the Three Lions selama kualifikasi Euro 2012, Wilshere sepertinya sudah menjadi salah satu proyek jangka panjang Inggris untuk tahun-tahun yang akan datang. Capello sendiri tak segan mengakui Wilshere sebagai gelandang terbaik yang pernah ia temukan di usianya. Bahkan kelak Wilshere diprediksi bisa mengemban ban kapten Inggris.

SPESIAL: Pemain & Klub Terbaik Asia November

Borussia Dortmund, Shinji Kagawa
Getty
Selamat datang di feature terbaru GOAL.com, yaitu Pemain Terbaik Asia versi GOAL.com.

Setiap bulan, tim redaksi kami di seluruh edisi menyusun kandidat yang pantas terpilih berdasarkan penampilan mereka selama sebulan terakhir.


Asian Player of the Month | SHINJI KAGAWA


Klub:
Borussia Dortmund
Usia:
22
Posisi:
Gelandang serang

Belum lama ini, Kagawa berbicara mengenai upayanya untuk menemukan bentuk permainan terbaiknya kembali setelah mengalami masa buruk. Namun sepanjang November, dia menemukan apa yang dicari selama ini.

Mantan pemain Cerezo Osaka berusia 22 tahun itu mencetak dua gol bagi Borussia Dortmund, termasuk satu di Liga Champions melawan Arsenal. Kagawa juga membuat tiga assists. Kagawa pun bersinar ketika Jepang menggilas Tajikistan 4-0 dengan sebuah asisst, dan kemudian diistirahatkan ketika melawan Korea Utara.

Membaiknya performa Kagawa juga turut memberikan kontribusi terhadap Dortmund untuk memuncaki klasemen sementara setelah mengalahkan Bayern Munich dan Schalke. Selain itu, Jepang sukses membukukan tempat di putaran keempat Pra Piala Dunia 2014 zona Asia sepanjang laga November.

Honourable Mentions

Roda Antar - Lebanon
Lebanon mencatatkan kejutan sepanjang November di kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia, dan kapten tim Cedar ini merupakan bagian penting dari sukses mereka, termasuk kemenangan atas Kuwait dan Korea Selatan. Pemain berusia 31 tahun ini menjadi motor di lini tengah tim, serta memiliki kemampuan menyerang juga. Performanya membuat ia juga terpilih menjadi Pemain Terbaik Mingguan GOAL.com.

Baddrol Bakhtiar
- Malaysia U-23

Kapten Malaysian U-23 ini merupakan pemain kunci di SEA Games 2011 lalu di Jakarta. Baddrol, yang beroperasi di lini tengah, kerap maju ketika timnya menemui jalan buntu saat menyerang, dan menjadi top skorer bagi timnya dengan torehan tiga gol. Pemain berusia 23 tahun menjadi penentu di adu penalti setelah Ferdinand Sinaga gagal mengeksekusi penalti.

Mohammed Saqr - Al Sadd
Kiper veteran ini pernah masuk ke dalam daftar Pemain Terbaik Mingguan GOAL.com pada November, menyusul performan menawannya di final Liga Champions Asia, sehingga Al Sadd tampil sebagai juara usai menang adu penalti. Saqr melakukan dua penyelamatan gemilang di adu penalti. Adu penalti terjadi setelah selama 120 menit ia membuat pemain Jeonbuk Motors mengalami frustrasi.

Nashat Akram - Lekhwiya & Iraq
Mantan playmaker FC Twente berusia 27 tahun ini memperlihatkan performa bagus bagi klub dan negaranya. Ia membuat kontribusi besar atas lolosnya Irak ke putaran empat Pra Piala Dunia 2014 zona Asia. Momen terbaik Akram terjadi saat Irak menang 3-1 atas Yordania, dimana ia melesakkan dua gol. Pelatih Zico telah memberikan posisi penting bagi Akram di tim juara Asia 2007 itu, dan ia mampu membalas kepercayaan tersebut. Sementara itu, Lekhwiya mendapatkan hasil labil, tapi tetap berada di papan tas Liga Qatar.
Asian Team of the Month | LEBANON

Seperti sudah dihabas sebelumnya, November merupakan momen indah bagi Lebanon menyusul hasil mengesankan atas Kuwait dan Korea Selatan, sekaligus mengantarkan mereka ke putaran empat Pra Piala Dunia untuk kali pertama dalam sejarah persepakbolaan negeri itu.

Tim Cedar, yang dibekap 6-0 oleh Korea Selatan di laga perdana, berhasil bangkit, dan mendapatkan hasil bagus di bawah asuhan Theo Bucker. Tapi sepanjang November mereka meledak. Kepemimpinan Bucker tak hanya membangkitkan motivasi dan keyakinan, tapi juga tenaga yang dikeluarkan para pemain.

Sukses tim peringkat 111 dunia ini ketika mengalahkan Korea Selatan disambut meriah di Beirut, dan Bucker menyatakan: “Sepakbola merupakan sebuah kekuatan besar... itu bisa membawa kebebasan bagi sebuah negara.”

Honourable Mentions

Al Sadd (Qatar)
Tim besutan Jorge Fossati ini menjadi juara Asia di awal bulan setelah mengalahkan jawara Korea Selatan Jeonbuk Hyundai Motors melalui drama adu penalti. Keberhasilan Al Sadd menjadi kampiun menghapus catatan buruk tim-tim asal Asia Barat dari tim Asia Timur selama lima tahun terakhir. Keberhasilan itu juga mematahkan prediksi yang lebih memfavoritkan Jeonbuk sebagai juara, mengingat Al Sadd mengawalinya dari babak play-off untuk melaju ke fase grup.
Malaysia Under-23 National Team
Mereka tidak terlalu mengesankan menjelang SEA Games 2011 dimulai, dan disebut-sebut kalah pamor dibandingkan Thailand dan Indonesia. Namun, Harimau Muda memperlihatkan performa mengesankan dengan keberhasilan meraih medali emas, seperti dua tahun sebelumnya. Mereka mengalahkan tuan rumah Indonesia dua kali ketika berada di bawah tekanan. Tim besutan Ong Kim Swee ini menuntaskan tugas, dengan memperlihatkan kematangan dan kualitas di final.
Ulsan Hyundai (South Korea)

Juara Korea Selatan dua kali memperlihatkan sensasi sepanjang November, terpaksa menjalani play-off setelah hanya menempati peringkat enam, sebelum akhirnya membumbung tinggi ke final Liga Utama Korea Selatan (K-League) dengan memperileh kemenangan away atas Suwon Bluewings, FC Seoul and Pohang Steelers. Tim besutan Kim Ho-Gon ini, yang menjadi juara Piala K-League tahun ini, bertemu Jeonbuk di final, namun impian menjadi juara kandas.

SPANYOL

PERJALANAN MENUJU EURO 2012


GRUP I GP GD PTS
1 Spanyol (lolos) 8 8 0 0 20 24
2 Republik Ceko (play-off) 8 4 1 3 4 13
3  Skotlandia   8 3 2 3 -1 11
4 Lituania 8 1 2 5 -9 5
5 Liechtenstein 8 1 1 6 -14 4


HASIL-HASIL TOP SKOR
3 September 2010: Liechtenstein 0-4 Spanyol
8 Oktober 2010: Spanyol 3-1 Lituania
12 Oktober 2010: Skotlandia 2-3 Spanyol25 Maret 2011: Spanyol 2-1 Rep Ceko
29 Maret 2011: Lituania 1-3 Spanyol
6 September 2011: Spanyol 6-0 Liechtenstein
7 Oktober 2011: Rep Ceko 0-2 Spanyol
11 Oktober 2011: Spanyol 3-1 Skotlandia
7 - David Villa4 - David Silva
3 - Fernando Llorente
2 - Juan Mata,
Alvaro Negredo, Fernando Torres, Xavi
1 - Xabi Alonso, Andres Iniesta, Sergio Ramos

Spanyol melaju ke putaran final Euro 2012 dengan rekor 100 persen kemenangan. Pencapaian itu merupakan kali keempat sepanjang catatan sejarah sebuah tim lolos ke putaran final Piala Eropa dengan rekor sempurna. Lainnya, ada Prancis yang pernah melakukan pada Euro 1992 dan 2004 serta Republik Ceko saat tampil di Euro 2000.

Sepanjang penampilannya di kualifikasi, skuad La Furia Roja ini nyaris tak pernah menghadapi kendala serius hingga membuatnya terjerembab ke dalam bahaya. Tercatat, ada enam kemenangan dari delapan laga penyisihan grup dengan torehan gol lebih dari satu gol.

Ancaman paling serius hanya terjadi ketika melawan Skotlandia di Hampden Park. Ketika itu Spanyol unggul 2-0. Tapi tim tuan rumah mampu menyamakan skor 2-2 sebelum akhirnya Fernando Llorente memastikan kemenangan dengan mencetak gol di sepuluh menit terakhir.

Satu-satunya laga kualifikasi yang sempat membuat anak asuh Vicente del Bosque itu tertinggal ketika melawan Republik Cko di Granada. Namun Spanyol berhasil membalikkan keadaan dengan membalas dua gol.


SEJARAH DI PIALA EROPA 

1960 Mengundurkan diri 1988 Babak grup
1964 JUARA 1992 Tidak lolos
1968 Tidak lolos 1996 Perempat-final
1972 Tidak lolos 2000 Perempat-final
1976 Tidak lolos 2004 Babak grup
1980 Babak grup 2008 JUARA
1984 Runner-up 2012 Lolos sebagai juara grup

Sebelum 2008, Spanyol tercatat sebagai tim di dalam sepakbola internasional yang miskin prestasi. Satu-satunya gelar internasional dari Piala Eropa diraihnya di kampung halaman sendiri saat mengalahkan Uni Soviet 2-1 pada laga final 1964.

Tapi semua itu berubah drastis ketika memenangkan Euro 2008 di Austria-Swiss. Spanyol akhirnya menjadi tim paling sukses di turnamen ini bersama dengan Prancis. Namun kedua tim ini masih berada di belakang Jerman yang pernah mengangkat tropi Henri Delaunay tiga kali.

Kini, torehan prestasi lainnya juga sudah berada di depan mata. Tim asuhan Del Bosque ini berpeluang untuk menjadi tim ketiga -- setelah Jerman dan Prancis -- untuk bisa mengawinkan gelar Piala Dunia dan Piala Eropa yang tengah menanti di depan. Di Polandia dan Ukraina nanti -- tempat penyelenggaraan bersama Euro 2012 -- Spanyol akan berupaya untuk hadir sebagai negara pertama yang akan mempertahankan mahkota Eropa.

MANAJER | VICENTE DEL BOSQUE


Del Bosque telah menjadi pelatih paling sukses di sepanjang sejarah debut bersama tim nasional. Ketika itu ia berhasil memenangkan 13 pertandingan pertamanya. Dia juga sudah membawa negaranya membukukan sebuah rekor baru, 15 kemenangan beruntun, serta bersanding dengan Brasil yang pernah mempertahankan rekor tak terkalahkan paling lama dalam 33 laga. Rekor Brasil itu pernah ditorehkan pada periode 1993-1996.

Dalam 18 laga kualifikasi yang digabungkan dari Piala Dunia 2010 dan Euro 2012, Del Bosque telah memenangkan semuanya. Sedangkan kekalahan yang dialami dari kompetisi resmi terjadi pada Piala Konfederasi 2009 melawan Amerika Serikat dan menyerah dari Swiss pada laga pembuka Piala Dunia 2010.

Lantas, dari 50 laga pertamanya sebagai pelatih Spanyol, Del Bosque telah mengantungi 42 kemenangan. Lainnya, dua kali hasil imbang dan enam kekalahan. Gol yang berhasil dibukukan sebanyak 123 gol dan hanya 40 kali saja kebobolan.

KAPTEN | IKER CASILLAS


Casillas telah mewarisi ban kapten Spanyol dari Raul yang hingga kini masih dipertahankannya. Ia juga menjadi kiper pertama yang pernah mengangkat tropi Piala Eropa sebagai kapten pada 2008. Dua tahun berikutnya di Afrika Selatan, dia menjadi satu dari tiga kiper yang menjadi kapten sebuah tim yang pernah memenangkan Piala Dunia.

Selain itu, kiper Real Madrid ini telah memegang kehormatan sebagai pemain dengan penampilan paling banyak buat negaranya. Ia telah melampaui penampilan terlama dari Andoni Zubizarreta sebanyak 126 kali penampilan. Lalu, Casillas juga masih berhasil melewati rekor Zubizarreta lainnya untuk menjadi kiper la Furia Roja yang mampu mempertahankan rekor paling lama tanpa kebobolan di dalam timnas Spanyol.

PEMAIN BINTANG | XAVI


Gelandang Barcelona ini menjadi inspirator dari Spanyol. Visi bermainnya luar biasa yang ditunjang dengan akurasi umpan, kontrol bola, dan kemampuannya membuka celah untuk mengoyak ketatnya lini pertahanan lawan.

Playmaker ini sebelumnya hanya disanjung sebagai pemain fenomenal di tingkat klub saja. Tetapi semuanya berubah ketika ia membawa negaranya juara di Euro 2008. Rekor itu kian dilengkapi dengan terpilihnya Xavi sebagai Pemain Terbaik turnamen.

Sejak saat itu, namanya menjadi salah satu pemain paling konsisten di lapangan hijau. Pencapaian itu terus dipertahankannya hingga kini. Bukti sudah ia tunjukkan dengan tiga kali masuk daftar Ballon d'Or. Pada 2008, ia nangkring di urutan kelima, lalu naik dua peringkat pada 2009 dan mempertahankan posisi yang sama pada 2010.

TALENTA BERBAKAT | THIAGO ALCANTARA


Pemain muda Barcelona ini telah mengantungi cap perdananya bersama timnas senior pada Agustus 2011. Debut itu hanya berselang dua bulan setelah membantu Spanyol merengkuh gelar Piala Eropa U-21. Ia juga berhasil menasbihkan dirinya sebagai man of the match pada laga final melawan Swiss, sekaligus juga mengukuhkan diri sebagai Pemain Terbaik turnamen.

Thiago memainkan gaya yang mirip dengan mentornya di Barcelona, Xavi. Euro 2012 ini akan menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepiawaiannya di mata penggila sepakbola dunia. Selain itu, Euro 2012 akan menjadi penampilan pertamanya di turnamen internasional bersama dengan