5 Pemain Imigran yang Sukses Bersama Timnas Negara Lain

Rabu, 07 Desember 2011

Banyak pesepakbola yang meraih kebintangannya bukan dari tim tanah kelahirannya. Alasannya memang beragam dari kalah bersaing, mengikuti garis keturunan atau karena menikah dengan gadis dari luar negeranya. Seperti pemain imigran yang sukses bersama timnas  bukan tanah kelahirannya di bawah ini:
1. Miroslav Klose
Ia dilahirkan di Opole Polandia, 9 Juni 1978 dengan nama lengkap Miroslav Marian Klose. Meski lahir di Polandia, Klose memiliki darah Jerman. Lahir dari keluarga olahraga. Ibunya, Barbara adalah atlet bola tangan Polandia dan ayahnya, Jozef Klose pesepakbola yang pernah membela klub Odra Opole dan AJ Auxerre. Keluarga Klose pindah ke Jerman pada 1987 dan tinggal di Kusel. Mulai membela Timnas Jerman sejak 2001 dan telah mengemas 55 gol dari 103 caps. Klose menjadi pemain Jerman pertama yang bisa mencetak 5 gol di Piala Dunia yang berbeda yaitu di Piala Dunia 2002 dan 2010. Tapi Klose hanya sebagai orang kedua setelah Striker Peru, Teofilo Cubillas pada Piala Dunia 1970 dan 1974.

Miroslav Klose (sumber : arenaku.com)

 2. Cacau
Striker timnas Jerman dengan nama asli, Claudemir Jeronimo Barretto ini lahir di Santo Andre, Brasil, 27 Maret 1981. Cacau mendapatkan kewarganegaraan Jerman pada Februari 2009. Debut pertamanya bersama tim Panzer, Mei 2009 saat pertandingan ujicoba melawan Cina. Cacau juga menjadi striker Timnas Jerman saat menjadi runner-up di Piala Dunia 2010. Dari 9 caps, Cacau sudah menyumbang 4 gol.

Cacau (sumber : zimbio.com)

 3. Deco
Pengatur serangan timnas Portugal di Piala Dunia 2006 dan Piala Eropa 2008. Namun sebenarnya pemain bernama lengkap Anderson Luis de Souza ini lahir di Sao Bernardo do Campo, Brasil pada 27 Agustus 1977. Mulai membela timnas Portugal pada 2003 setelah sempat bermain untuk klub-klub di Liga Portugal seperti Benfica dan Porto. Sejak saat itu Deco dipercaya menjadi motor serangan tim Portugal. Dari 75 caps bersama Portugal, Deco telah menyumbang 5 gol. Kini Deco bermain di klub tanah kelahirannya Brasil bersama Fluminense.

Deco (sumber : tabeladacopa.org)

4. Patrick Vieira
Gelandang timnas Jerman saat merebut gelar Juara Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000 ini sebenarnya lahir di Dakar, Senegal. Pertama kali meninggalkan Senegal pada 2003 dan langsung membela timnas Prancis U-23 dan berlanjut hingga timnas senior. Selain sukses bersama Les Bleus, Vieira juga sangat sukses saat membela klub. Beberapa klub yang pernah dibelanya diantaranya, Cannes, AC Milan, Arsenal, Juventus, Inter Milan dan Manchester City. Kini Vieira memutuskan pensiun dari pemain dan menhadi Direktur pengembangan sepakbola di klub terakhirnya Manchester City. Tujuh gol pernah disumbangkannya untuk timnas Prancis dari 107 caps.

Patrick Vieira (sumber : zimbio.com)

 5. Cristian Gonzales
Striker timnas Indonesia ini hasil naturalisasi dari Uruguay. Lahir di Montevideo, 30 Agustus 1976. Membela tim Garuda sejak 2010 di Piala AFF dan membawa Indonesia menjadi runner-up. Saat ini tergabung di timnas Indonesia yang tengah menjalani pra Piala Dunia 2014. Dari 12 partai yang dijalaninya bersama tim Garuda, pemain berjuluk El Loco ini telah mengemas 9 gol. El Loco juga tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Liga Indonesia dengan 173 gol dari tiga tim yang pernah dibelanya yaitu, PSM Makassar, Persik Kediri dan Persib Bandung. Saat muda, El Loco pernah membela timnas Uruguay U-20 bersama striker kenamaan Alvaro Recoba.

Cristian Gonzales (sumber : tribunnews.com)

5 Pesepakbola Bersaudara yang Tampil Satu Tim

idak sedikit pesepakbola bersaudara yang sukes dalam meniti kariernya. Namun tidak  banyak dari mereka yang akhirnya bisa tampil dalam satu tim. Bahkan beberapa dari mereka sukses mempersembahkan gelar juara. Berikut pesepakbola bersaudara yang bisa tampil satu tim.
1.    Erwin dan Ronald Koeman (Timnas Belanda)
Ronald dan Erwin Koeman merupakan dua pemain yang sukses mengantarkan timnas Belanda merebut gelar Piala Eropa 1988. Namun sebelum keduanya berada dalam skuad Timnas Belanda asuhan Rinus Michels, Erwin membela klub Belgia, Mechelen, sedangkan Ronald Koeman berkostum PSV Eindhoven di Liga Belanda.
Erwin dan Ronald Koeman (sumber gambar : petersmulders.nl)

2.    Ronald dan Frank de Boer (Timnas Belanda)
Pemain kembar sering kali bisa tampil dalam satu tim. Pada 1995, saat Ajax Amsterdam sukses merebut gelar Piala Champions Eropa, keduanya termasuk dalam skuad. Frank dan Ronald juga tergabung dalam skuad Oranye Belanda, sejak 1993 sampai 2003 walaupun gagal mempersembahkan gelar. Selain itu, pemain kelahiran 15 Mei 1970 ini memperkuat Barcelona pada 1998 hingga 2000.
Ronald dan Frank de Boer (sumber gambar : birthdayanniversary.net)

3.    Gary dan Philip Neville  (Timnas Inggris dan Manchester United)
Anggota generasi emas dari Manchester United. Gary berkostum MU sejak 1992 hingga 2011. Sedangan Philip menghuni skuad Old Trafford pada 1995 hingga 2005. Sejak keduanya menjadi benteng tangguh MU, 14 gelar dari berbagai turnamen bisa dipersembahkan. Gary dan Philip juga pernah satu tim dalam skuad timnas Inggris saat menjadi semifinalis Piala Eropa 1996.
Gary dan Philip Neville (sumber gambar : trulyreds.com)

4.    Diego dan Gabriel Milito (Timnas Argentina)
Piala Dunia 2010, merupakan moment dimana Diego dan Gabriel Milito berada dalam satu tim. Sebelum menjadi anak asuh Diego Armando Maradona dalam skuad Tango, keduanya juga pernah memakai kostum yang sama kala membela Real Zaragoza di Liga Spanyol pada musim kompetisi 2005 hingga 2007. Sayang, keduanya belum bisa memberi gelar baik bagi timnas Argentina maupun Real Zaragoza.
Diego dan Gabriel Milito (sumber gambar : uefa.com)

5.    Fabio dan Rafael da Silva (Manchester United)
Inilah pesepakbola kembar yang sepertinya tidak mau dipisahkan. Kedua pemain kelahiran 9 Juli 1990 ini mengawali karier sepakbolanya diklub yang sama yaitu Fluminense kala junior. Fabio dan Rafael lantas terbang ke Inggris untuk membela Manchester United pada 2008 hingga sekarang. Keduanya juga pernah membela timnas Brasil pada Piala Dunia U-17.
Fabio dan Rafael da Silva (sumber gambar : thespoiler.co.uk)

5 Bek Tangguh Sebelum Abad 21

alam sebuah tim sepak bola, pemain belakang atau yang lazim di sebut bek biasanya akan menjadi pusat perhatian, jika tim mereka tidak bisa dibobol lawan. Namun jika tim mereka menerima kekalahan dengan jumlah gol banyak, para bek dianggap sebagai pemain kurang bagus atau dalam bahasa lebih kasarnya pemain gagal. Sepanjang perjalanan sebelum memasuki abad 21, dunia sepak bola telah melahirkan banyak bek atau defender tangguh. Beberapa diantaranya dirangkum uniknya.com di bawah ini:


1.Bobby Moore (Inggris)
Pembawaan Bobbyt Moore  yang tenang  saat mendapat tekanan dari lawan di atas lapangan banyak diacungi jempol oleh para pengamat sepak bola. Membaca permainan dan mengantisipasi pergerakan lawan adalah kelebihan yang dimilikinya. Itu semua menjadi dasar rekan satu tim memberi kepercayaan penuh pada Moore. Legenda hidup sepak bola dunia asal Brasil, Pele juga memberi sanjungan atas permainan Moore yang dinilainya pemain besar yang jujur dan mengandalkan teknik bukan fisik. Moore mendapat kepercayaan memegang ban kapten tim nasional Inggris untuk pertamakalinya pada usia 22 tahun. Tepatnya pada 29 Mei 1963. Saat itu Moore menjadi kapten timnas senior Inggris termuda. Prestasi terbesarnya membawa Inggris menjuarai Piala Dunia 1966.

Bobby Moore (Sumber: attackingsoccer.com)

2. Giacinto Facchetti (Italia)
Naluri bertahan nya bagus, tapi piawai pula dalam menyerang, karena memang mengawali karies profesionalnya sebegai pemain bola sebagai penyerang. Itulah Giacinto Facchetti. Timnas Italia sangat beruntung memiliki pemain sehebat Facchetti. Timnas Italia pernah diberinya gelar juara Piala Eropa 1968. Bahkan klubnya Inter Milan lebih banyak diberi gelar oleh Facchetti, diantaranya  Scudetto pada 1963, 1965, 1966, dan 1971, Coppa Italia 1978, Piala Intercontinental 1964 dan 1965. Ia juga masuk dalam daftar pemain terbaik FIFA 100.

Giacinto Facchetti (Sumber: wikimedia.or)

3.Franz Beckenbauer (Jerman)
Dialah pemain yang dianggap bek modern atau tepatnya libero. Tugasnya selain mengkoordinasi pertahanan, juga dibebaskan ikut membantu serangan. Dan semua tugas itu dilakukan secara sempurna oleh Franz Beckenbauer selama membala Der Panzer. Karena ketangguhan dan sifat kepemimpinannya, Beckenbauer dijuluki “Sang Kaisar”. Juara Piala Dunia 1974 merupakan catatan emas Sang Kaisar. Bahkan bukan hanya sukses sebagai pemain, ia juga sukses saat menjadi pelatih Timnas Jerman.

Franz Beckenbauer (Sumber: wikimedia.org)
4. Daniel Passarella (Argentina)
Setelah era Beckenbauer, lahir pula para pemain yang bisa mengisi berbagai macam posisi. Salah seorang diantaranya datang dari Argentina. Daniel Passarella adalah orangya. Piawai mengeksekusi bola-bola mati adalah andalannya. Passarella juga dinobatkan sebagai pemain belakang paling haus gol. Selama menjalani 451 partai, ia bisa menciptakan 134 gol. Sebuah rekor yang belum pernah bisa dilakukan bek lainnya hingga sekarang. Prestasi tertingginya adalah mempersembahkan gelar Piala Dunia bersama Tim Tango pada 1978 dan 1986.

Daniel Passarella (sumber: .blogspot.com,uniknya.com)

5.Franco Baresi (Italia)
Gelar Piala Eropa dan Piala Dunia 1982 merupakan salah satu bukti Franco Baresi sebagai salah seorang pemain berpengaruh tinggi di timnas Italia. Tanpa pertahanan yang digalangnya bersama rekan-rekannya niscaya gelar tidak akan pernah dirasakan Italia. Selain timnas Italia, klubnya AC Milan juga merasakan banyak prestasi bersama Baresi, terutama untuk sebuah loyalitasnya. Teknik, sikap dan loyalitasnya menjadi panutan bek muda Italia lainnya seperto Paolo Maldini, Alessandro Costacurta dan pemain lainnya. Berkat loyalitas tingginya pula AC Milan tidak memperbolehkan pemain lainnya memakai nomor punggung 6 yang digunakan Baresi selamanya.

Franco Baresi (sumber: wordpress.com,uniknya.com)

5 Striker Dunia yang Pernah Berseragam AC Milan dan Barcelona

Persaingan Barcelona dan AC Milan sudah menjadi rivalitas tingkat tinggi. Dalam level apa pun pertemuan kedua tim akan menjadi perhatian dunia. Salah satu alasannya adalah perpindahan pemain dari Barcelona ke AC Milan atau sebaliknya. Termasuk persaingan di Liga Champions Eropa musim ini. Dari beberapa pemain yang pernah berkostum Barcelona maupun Milan, uniknya.com mencoba menyajikannya di bawah ini.


  1. Christophe Dugarry (Prancis)
Menjadi salah satu striker incaran klub-klub dunia lantaran penampilannya bersama klub Bordeaux. Dalam 187 penampilan, Christophe Dugarry menciptakan 34 gol. Baik itu di liga domestic League 1 maupun di turnamen Eropa. Ketajamannya membuat AC Milan tertarik mendatangkannya ke San Siro. Pada musim 1996-1997, Dugarry akhirnya resmi berkostum Rosonerri. Sayang penampilannya bersama Milan kurang mengkilap lantaran kalah bersaing. Melihat tidak bisa dimaksimalkan, Barcelona akhinya memboyong Dugarry ke Camp Nou, di musim 1997-1998. Namun lagi-lagi penampilan pemain yang memberi gelar Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000 untuk Prancis ini tidak memuaskan. Berkutat dengan cedera yang membuat pemilik nomor punggung 9 ini hanya 7 partai bersama El Barca dalam satu musim tanpa sebiji gol pun.

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar ... Buka





  1. Rivaldo (Brasil)
Jika saja Dugarry lebih dulu berkostum AC Milan sebelum ke Barcelona, sebaliknya dengan Rivaldo. Striker Brasil bernama lengkap Rivaldo Vitor Borba Ferreira ini berkostum Barca terlebih dulu sebelum memutuskan hengkang ke San Siro. Lima musim bersama Barca sejak 1997 hingga 2002, Rivaldo tampil sebanyak 157 partai dan menyumbang 86 gol. Kejayaan di Barca, ternyata gagal dibuktikan saat berkostum Milan. Dalam dua musim sejak 2002-2004, mantan pemain terbaik dunia ini hanya merumput 22 kali dan menciptakan 5 gol. Bahkan pendukung Milan menilai pembelian Rivaldo paling gagal sepanjang sejarah.

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar ... Buka






  1. Ronaldo (Brasil)
Dianggap striker fenomenal yang dibeli Barcelona dari PSV Eindhoven pada musim 1996-1997. Dianggap fenomenal lantaran hanya dalam satu musim saja pemilik nama lengkap Ronaldo Luis Nazario da Lima ini bisa menciptakan 34 gol dari 37 partai dan dinobatkan sebagai El Pichichi La Liga musim itu. Namun hanya satu musim di Camp Nou, Ronaldo memutuskan hengkang. Sebelum berkostum AC Milan di musim 2007-2008, Ronaldo sempat berkostum dulu Inter Milan (1997-2002) dan Real Madrid (2002-2007). Selama berkostum AC Milan, mantan pencetak gol terbanyak Piala Dunia ini hanya tampil 20 partai dengan sumbangsih 9 gol.

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar ... Buka





  1. Ronaldinho (Brasil)
Inilah striker terbaik dunia dengan skill paling komplet. Selama lima tahun berkostum Barcelona sejak 2003-2008, tak terhitung gol yang lahir dengan cara unik hasil skill tingginya. Sebagian besar pendukung Barcelona menyebutnya entertaint lapangan hijau. 70 gol disumbangkannya bagi Barcelona dari 145 pertandingan. Gol yang cukup fantastis. Namun pada musim 2008, kubu Barcelona melegonya ke AC Milan, lantaran mulai tidak disiplin akibat kehidupan malamnya. Ingin mengembalikan kejayaan di Milan, tercaya Ronaldo gagal dan hanya bertahan dua musim saja dengan torehan 20 gol dari 76 pertandingan.

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar ... Buka





  1. Zlatan Ibrahimovic (Swedia)
Ibracadabra begitulah julukan striker AC Milan, Zlatan Ibrahimovic yang dibeli dari Barcelona pada musim 2011. Namun satu musim sebelumnya Ibracadabra juga sudah berkostum AC Milan namun dengan status dipinjamkan dari Barca. Selama bermukim di Camp Nou, Ibra hanya bisa menyumbang 16 gol dari 29 pertandingan. Sedangkan bersama Milan di musim pertamanya sudah menyumbang 14 gol dari 28 pertadingan sekaligus mengantarkan Milan juara Seri A. (**)

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar ... Buka

5 Olahraga yang Sesuai Dengan Kepribadian Anda

Apakah Anda termasuk orang yang jarang berolahraga? Ada banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang melewatkan kegiatan berolahraga. Padahal olahraga memberi banyak keuntungan bagi tubuh manusia secara fisik maupun mental. Solusinya, pilihlah jenis olahraga yang sesuai dengan kepribadian Anda agar olah raga terasa menyenangkan dan manfaat yang Anda dapatkan bisa maksimal. Berikut uniknya.com merangkum 5 jenis olahraga yang cocok untuk 5 ragam kepribadian yang berbeda-beda. Teruslah membaca artikel ini karena salah satu jenis olahraganya bisa jadi cocok untuk kepribadian Anda:
1. Si Aktif
Orang tipe ini biasanya mempunyai segudang kegiatan setiap harinya. Untuk itu dibutuhkan stamina yang prima yang salah satunya bisa didapatkan dengan cara berolahraga. Olah raga untuk si aktif bisa dilakukan kapan saja disesuaikan dengan waktu yang ada. Jika anda termasuk orang yang aktif, cobalah jogging di waktu pagi hari atau sore hari. Idealnya jogging dilakukan selama 20 hingga 30 menit setiap harinya. Manfaat utama olahraga ini yaitu untuk mengatur tekanan darah, menjaga kesehatan jantung dan paru-paru, serta mengurangi lemak di tubuh. Olah raga sederhana ini memerlukan keteraturan agar hasil yang didapatkan maksimal. Selain jogging, berenang juga bisa menjadi pilihan menyenangkan yang dapat mengurangi resiko stroke dan juga penyakit jantung.

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar ... Buka





2. Si Pemuja Ketenangan
Bagi anda yang penyabar dan mencintai suasana tenang, yoga bisa menjadi alternatif olahraga yang tepat. Walaupun terlihat ‘berdiam diri’, sebenarnya yoga melatih organ-organ tubuh dan pikiran secara aktif. Melalui yoga, pikiran yang fokus bersinergi dengan sendi-sendi, aliran darah, jantung, paru-paru, dan organ tubuh lainnya. Hal itu bisa terjadi karena yoga mengatur pernafasan dan emosi melalui gerakan-gerakan lembut yang menciptakan atmosfer ketenangan. Yoga juga ternyata olahraga yang cukup menghasilkan keringat dan memiliki berbagai manfaat. Misalnya melancarkan sirkulasi darah, melenturkan tubuh, mengencangkan badan, membantu mengatasi insomnia, melancarkan pencernaan, dan menghalau stress. Sebagai nilai tambah, pilihlah tempat beryoga yang nyaman dan bersih supaya Anda mudah berkonsentrasi dalam melakukan olahraga ini.

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar ... Buka





3. Si Petualang
Tipe petualang menyukai olahraga di luar ruangan. Salah satu olahraga yang tepat untuk orang dengan tipe ini adalah bersepeda. Bersepeda bukan hanya soal menggerakan otot-otot kaki tetapi juga melatih konsentrasi. Untuk Anda yang menyukai kegiatan bersepeda, cobalah melakukannya di tempat-tempat yang memiliki pemandangan indah. Dengan menikmati udara segar sambil bersepeda anda sudah menyumbang jasa kecil untuk bumi ini dengan cara mengurangi polusi kendaraan bermotor. Manfaat penting dari kegiatan bersepeda antara lain untuk menurunkan tekanan darah, membantu mengatasi obesitas, menangani diabetes, dan mengencangkan bokong juga kaki. Jika Anda menyukai olahraga yang lebih memacu adrenalin, kegiatan seperti panjat tebing, berkuda, paralayang, dan berselancar bisa menjadi pilihan.

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar ... Buka





4. Si Fleksibel
Perempuan yang banyak bergerak dan bersosialisasi biasanya masuk ke dalam kategori ini. Olahraga yang cocok untuk tipe ini adalah yang dilakukan beramai-ramai, misalnya aerobik dan menari. Cara melakukannya biasanya bersama-sama dengan banyak orang di bawah panduan seorang instruktur. Tentu saja suasana yang tercipta sudah pasti meriah dan penuh semangat ketika Anda melakukan gerakan serempak dengan teman-teman Anda dengan diiringi musik. Karena melibatkan gerakan seluruh anggota tubuh, olahraga ini tepat untuk membentuk tubuh yang kencang, kuat, dan ideal. Untuk kegiatan menari, jenis tarian yang bisa menjadi pilihan sangat beragam, dari mulai tari perut hingga hip-hop semuanya memiliki manfaatnya masing-masing.

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar ... Buka





5.  Si Kooperatif
Olahraga seperti voli, basket, dan sepak bola sangat cocok bagi Anda yang menyukai kegiatan bekerjasama dalam tim. Olahraga dengan tipe seperti ini melatih konsentrasi, kepekaan, dan sekaligus daya pikir. Selain kemampuan teknik dasar yang harus dilatih, tanggung jawab masing-masing peran dalam sebuah tim juga perlu diperhatikan. Setiap gerakan tubuh yang Anda lakukan sangat berkaitan dengan kekompakan tim. Manfaat utama dari olahraga dengan tipe seperti ini yaitu untuk menguatkan jantung, mengontrol lemak dan tekanan darah, serta menguatkan otot-otot tubuh. Dengan olahraga ini Anda tidak hanya mendapatkan tubuh yang bugar tetapi juga pelajaran mental tentang cara bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain. (**)

5 Final Terakhir Piala Emas Concacaf

Sejak dihelat pada 1991, Piala Emas sudah berlangsung sebelas kali. Federasi Sepakbola Amerika Tengah dan Utara (CONCACAF) mengadakan turnamen ini sebagai pencapaian tertinggi negara-negara di regional tersebut seperti Amerika Serikat, Kanada, atau Meksiko. Peta persebaran sepakbola di regional ini yang kurang merata, menyebabkan AS dan Meksiko mendominasi turnamen ini.  Berikut adalah 5 final terakhir Piala Emas CONCACAF:

1. AMERIKA SERIKAT 2-0 KOSTA RIKA (2002)
Amerika Serikat maju ke final untuk ketiga kalinya, setelah menyingkirkan Kanada melalui adu penalti. Kosta Rika sendiri lolos setelah mengalahkan tim undangan dari Asia, Korea Selatan dengan skor meyakinkan 3-1. Pertandingan ini akhirnya dimenangkan AS 2-0, dan AS pun menjadi kampiun untuk kedua kalinya sejak 1991. Gol-gol kemenangan AS dicetak oleh Josh Wolff dan Jeffrey Agoos.
(Sumber: freewebs.com)

Penyelenggaraan Piala Emas 2002 diwarnai tampilnya Korea Selatan. Negeri Ginseng tersebut diundang, dalam rangka memperingati Piala Dunia 2002 yang digelar di Jepang dan Korea Selatan. Meskipun awalnya diremehkan, Korea Selatan nyatanya tampil trengginas dan berhasil maju ke babak semifinal sebelum ditaklukkan Kosta Rika dengan skor 3-1.

2. MEKSIKO 1-0 BRAZIL  (2003)
Meksiko maju ke final untuk keempat kalinya, padahal tiga sebelumnya selalu berakhir dengan kemenangan. Di babak ini Meksiko ditantang juara dunia lima kali, Brazil. Final ini sendiri merupakan ulangan final pada tahun 1996, saat itu Meksiko menundukkan Brazil, dua gol tanpa balas.


(Sumber: freewebs.com)

Sempat memberi perlawanan ketat di 90 menit reguler, Brazil akhirnya takluk oleh Meksiko di babak perpanjangan waktu. Gol tunggal Meksiko dicetak oleh strikernya, Daniel Osorno. Brazil gagal mengakhiri kutukannya di Piala Emas sementara Meksiko jadi juara untuk keempat kalinya.

3. AMERIKA SERIKAT 3-1 PANAMA  (2005)
Diluar dugaan, tim semenjana, Panama lolos ke babak final dan menantang tuan rumah, AS. Panama kembali membuat kejutan, dengan berhasil menahan laju AS hingga babak perpanjangan waktu dengan skor 0-0. Sayang di babak adu penalti, kejutan mereka akhirnya terhenti. Mereka takluk dengan skor 1-3. AS pun merayakan gelar ketiga mereka di rumah sendiri. Kiper senior AS, Kasey Keller yang saat itu berusia 36 tahun didapuk menjadi pahlawan, dengan keberhasilannya menahan dua penalti Panama.
(Sumber: wldcup.com)

4. AMERIKA SERIKAT 2-1 MEKSIKO (2007)
Kejutan kembali terjadi pada perhelatan Piala Emas 2007. Sebelum menantang AS di final, Meksiko, dipaksa bekerja keras melawan tim gurem Guadeloupe. Padahal saat itu Meksiko berada di ranking 10 dunia sementara Guadeloupe tak pernah terdaftar dalam ranking FIFA.

(Sumber: livesoccertv.com)

Di final, Meksiko seolah akan juara setelah Andres Guardado membawa Meksiko unggul di babak pertama. Namun, kerja keras kesebelasan AS akhirnya berbuah manis dengan dua gol yang dilesakkan di babak kedua, melalui Landon Donovan dan Benny Feilhaber. Kemenangan tersebut merupakan pembalasan AS atas Meksiko di final tahun 1993 dan 1998. Saat itu Meksiko mempecundangi AS dengan skor 4-0 dan 1-0.

5. MEKSIKO 5-0 AMERIKA SERIKAT (2009)
AS dan Meksiko bertemu untuk keempat kalinya di final. Di tiga pertemuan sebelumnya Meksiko unggul dua kali, sementara AS satu. Final pun berlangsung sengit di babak pertama, alhasil tak satupun gol tercipta. Di babak kedua, Meksiko yang terus menggempur pertahanan AS akhirnya mulai menuai hasil setelah unggul melalui penalti Gerrardo Torrado. Setelah gol pembuka tersebut, mental tim AS seolah jatuh, Meksiko pun menggelontor AS dengan empat gol tambahan. Meksiko lima, AS kosong! Meksiko pun menggondol gelar Piala Emas kelimanya. (**)

5 pemain Terbaik Copa America dalam Beberapa Penyelenggaraan Terakhir

idak seperti cabang olah raga lainnya, regenerasi dan lahirnya wajah baru dalam olah raga  sangatlah cepat. Terutama di negara-negara Amerika Latin, salah satunya dilihat melalui turnamen Copa Amerika. seperti 5 pemain berikut ini:


5 pemain terbaik Copa America dalam beberapa penyelenggaraan terakhir (Sumber: Uniknya, Resa H,2011)