biografi singkat sir alex ferguson

Jumat, 04 November 2011

Sir Alexander Chapman "Alex" Ferguson CBE (lahir 31 Desember 1941 di Govan, Glasgow) adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Skotlandia, yang saat ini sedang menangani Manchester United F.C., di mana dia telah bertugas dalam lebih dari 1000 pertandingan. Dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik dalam permainan, dia telah memenangkan lebih banyak trofi daripada pelatih manapun sepanjang sejarah sepak bola Inggris. Dia telah mengabdi kepada Manchester United selama 21 tahun, kedua terlama setelah Sir Matt Busby.

Ferguson sebelumnya menangani East Stirlingshire dan St. Mirren, sebelum meraih masa-masa kesuksesan bersama Aberdeen. Menjadi pelatih Skotlandia dalam waktu singkat – untuk mengisi posisi Jock Stein yang meninggal dunia – dia ditunjuk menjadi pelatih Manchester United pada November 1986.

Di Manchester United, Sir Alex menjadi pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris, dengan memimpin tim memenangkan 10 gelar juara liga. Pada 1999, dia menjadi pelatih pertama yang membawa tim Inggris meraih trebel dari Liga Utama, Piala FA and Liga Champions UEFA. Juga menjadi satu-satunya pelatih yang memenangkan piala FA sebanyak 5 kali, dia juga menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil memenangkan gelar liga sebanyak 3 kali berturut-turut bersama tim yang sama (1998-1999, 1999-2000 and 2000-2001). Pada 2008, dia bergabung bersama Brian Clough (Nottingham Forest) dan Bob Paisley (Liverpool) sebagai pelatih Britania yang memenangkan kejuaraan Eropa sebanyak lebih dari satu kali.

Informasi pribadi
Nama lengkap : Alexander Chapman Ferguson
Tanggal lahir : 31 Desember 1941 (umur 67)
Tempat lahir : Glasgow, Skotlandia
Posisi bermain : Striker (telah pensiun)
Klub saat ini : Manchester United (pelatih)

Klub senior (saat masih bermain)
Tahun Klub Tampil (Gol)
1957–1960 Queen's Park 32 11
1960–1964 St. Johnstone 37 19
1964–1967 Dunfermline Athletic 88 66
1967–1969 Rangers 41 25
1969–1973 Falkirk 106 37
1973–1974 Ayr United 24 9
total 327 167

Kepelatihan
1974 : East Stirlingshire
1974–1978 : St. Mirren
1978–1986 : Aberdeen
1985–1986 : Skotlandia
1986–? : Manchester United

Make money from your web site using pop under ads only with ad-u.com Sir Alex Ferguson tokoh dibalik kisah sukses Klub sepakbola MU

Profil dan Biografi Singkat

Seperti begitu banyak manajer sepakbola, Alexander Chapman Ferguson muncul dari awal yang sederhana. Lahir di Govan, distrik pembuatan kapal Glasgow, akar kelas pekerja memainkan peran dalam pendakian untuk menjadi manajer yang paling berturut-turut dalam sejarah Liga Premier dan, setelah dua dekade yang luar biasa yang bertanggung jawab atas Manchester United, ia telah memenangkan penghargaan dari semua orang dalam permainan.

Sir Alex Ferguson atau dikenal Alex Ferguson CBE lahir 31 Desember 1941 di Lahir di Govan, distrik pembuatan kapal Glasgow. Alexander Chapman Ferguson muncul dari awal yang sederhana. Sir Alex Ferguson adalah mantan pemain sepak bola berkebangsaan Skotlandia. Selepas menjadi pemain, Ia kemudian melatih klub Stirling Timur, St Mirren, Aberdeen. Kemudian sejak 6 November 1986 sampai sekarang Sir Alex menggantikan Ron Atkinson sebagai pelatih. Ia menjadi manajer lebih dari 1000 pertandingan Manchaster United. Sir Alex Ferguson bahkan dianggap sebagai salah satu manajer terbaik di dunia. Rekor Sir Alex bahkan tidak tertandingi oleh pelatih manapun dalam sejarah sepakbola Inggris. Karakter sebagai pekerja keras sejak muda berpengaruh besar dalam prestasinya sebagai pelatih, manajer,arsitek dan tokoh yang membawa perubahan besar di Manchaster United.

Pada Bulan November 1986 Fergie menolak tawaran menggiurkan dari Barcelona, Arsenal, Rangers dan Tottenham untuk diposisikan sebagai manajer klub-klub raksasa tersebut. Ia justru memilih Manchester United dan meninggalkan keberhasilan yang diraihnya di Skotlandia. Ferguson membangun kembali Manchaster United yang masih dalam masa sulit dengan rekruitmen pemain-pemain muda. Ia terapkan kedisiplinan luar biasa pada setiap punggawa United. Ia juga memposisikan sebagai mentor, motivator dan pembangun mental pemain-pemain muda United. Fergie juga memusnahkan budaya dan tradisi minum-minuman di Old Traford dengan mengeluarkan pemain-pemain yang sudah menjadi idola di United.

Di Manchester United, Sir Alex menjadi pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris, dengan memimpin tim memenangkan 11 gelar juara liga. Pada 1999, dia menjadi pelatih pertama yang membawa tim Inggris meraih treble dari Liga Utama, Piala FA and Liga Champions UEFA. Juga menjadi satu-satunya pelatih yang memenangkan Piala FA sebanyak 5 kali, Fergie juga menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil memenangkan gelar Liga Inggris sebanyak 3 kali berturut-turut bersama tim yang sama (1998-1999, 1999-2000 and 2000-2001). Pada 2008, dia bergabung bersama Brian Clough (Nottingham Forest) dan Bob Paisley (Liverpool) sebagai pelatih Britania yang pernah memenangkan kejuaraan Eropa sebanyak lebih dari satu kali.

Rekor Kesuksesan Sir Alex
Kisah sukses Sir Alex Ferguson terekam dalam rekor trofi yang telah direngkunya:
Trofi Liga Premier Skotlandia (3 kali): tahun 1985, 1984, 1980;
Trofi Divisi Pertama Skotlandia (1 kali): tahun 1977;
Trofi Piala FA Skotlandia (3 kali) :1986, 1984, 1983, 1982;
Trofi PialaLiga Skotlandia (1 kali): Tahun 1986;
Trofi Liga Primer Inggris (11 kali) Tahun 2009, 2008, 2007, 2003, 2001, 2000, 1999, 1997, 1996, 1994, 1993;
Trofi Piala FA (5 kali) Tahun 2004,1999,1996,1994,1990;
Trofi Piala Liga 4 kali: Tahun 2010, 2009, 2006 , 1992)
Trofi FA Charity Shield (enam kali): tahun 1997, 1996, 1994, 1993, 1990, 2003;
Trofi Liga Champions Eropa: 2008, 1999;
Trofi Piala UEFA Cup Winners (2 kali):Tahun 1991, 1983;
Trofi Piala Super Eropa (2 kali):Tahun 1991, 1983;
Trofi juara dunia antar klub (1 kali):Tahun 1999

Jika Fergie pensiun, siapa ya sosok pelatih yang paling pas dan sepadan? Sahabat netter boleh-boleh saja berspekulasi.

10 PEMBELIAN TERBAIK MU SEPANJANG MASA

Senin, 31 Oktober 2011

Manchester United langsung bergerak di bursa transfer musim panas ini. MU telah langsung mengikat bek muda Phil Jones dari Blackburn Rovers dengan nilai transfer 16,5 juta pounds. Iblis Merah kini tengah menunggu bergabungnya Ashley Young dan kiper David De Gea. Belum dapat diketahui apakah ketiga pemain itu akan tampil cemerlang bersama MU, musim depan. Tapi Iblis Merah dikenal sebagai salah satu klub yang pintar dan cerdik dalam merekrut pemain potensial, khususnya semenjak dibesut Sir Alex Ferguson. Dilansir dari Bleacher Report, terdapat 7 pembelian terbaik Manchester United sepanjang masa. Dan delapan diantaranya merupakan pemain yang direkrut Sir Alex Ferguson. Berikut 7 Pembelian Terbaik MU Sepanjang Masa, yaitu :

10. Nemanja Vidic 


Sir Alex Ferguson telah memantau Nemanja Vidic selama 2,5 tahun sebelum akhirnya direkrut pada bursa transfer Januari 2006. Awalnya, fans Manchester United tidak mengetahui sepak terjang pemain Spartak Moscow ini hingga penandatangan kontrak senilai 7 juta poundsterling dilakukan. Enam bulan pertama di Old Trafford, Vidic belum mendapat banyak kesempatan sebagai starter. Baru pada musim 2006-2007, Vidic mulai secara rutin dijadikan pilihan utama Sir Alex. Bek Serbia ini ditandemkan dengan bek tangguh, Rio Ferdinand hingga saat ini. Kini kapten timnas Serbia ini menjelma menjadi salah satu bek yang paling ditakuti penyerang-penyerang lawan. Kualitas Vidic juga tercermin dari ban kapten yang dipercayakan Ferguson kepadanya.

9. Ruud Van Nistelrooy 


Ruud van Nistelrooy pertama kali ditemukan oleh putra Sir Alex Ferguson, Darren Ferguson. Nistelrooy yang saat itu memperkuat klub Eredivise, PSV Eindhoven mampu membuat Darren Ferguson kagum. Darren pun merekomendasikan Rudtje kepada ayahnya. Setelah mengirimkan perwakilan klub, Sir Alex berhasil mengontrak Nistelroy pada musim panas 2000 dengan nilai transfer 19 juta Pounds. Namun proses kepindahan harus tertunda satu tahun, 2001, setelah Nistelroy mengalami cidera lutut.

Kesabaran Sir Alex berbuah manis, setelah sembuh dari cidera yang menderanya, Rudtje menunjukkan jika MU tidak salah menjadikan dirinya sebagai pemain termahal di Inggris saat itu. Di musim pertamanya, Ruud mampu mencetak 23 gol di Liga Inggris, pencapaian mengagumkan tentunya. Musim berikutnya melihat Belanda menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Inggris dengan menjaringkan 25 gol. Total selama membela MU, Van Nistelrooy telah mencetak 150 gol dalam 219 penampilannya. Tak heran jika Nistelrooy menjadi salah satu pemegang nomor punggung 10 paling dikagumi fans MU.

8. Roy Keane 


Sejak usia 19 tahun, Roy Keane telah menarik perhatian klub-klub Inggris. Persaingan memperebutkan pemain Irlandia tersebut dimenangkan Sir Alex Ferguson yang mengontraknya sebesar 3.75 juta Pounds pada 1993. Meski dikenal sebagai pemain berbakat, namun Keane tetap butuh waktu untuk masuk tim inti MU. Kesempatan datang tatkala kapten MU saat itu, Bryan Robson harus menjalani perwatan karena cidera. Sejak saat itulah, Keane perlahan-lahan mulai masuk sebagai tim pertama di lini tengah bersama Paul Scholes, Ryan Giggs dan David Beckham.

Kemudian, ia pun dipercaya untuk mengambil alih ban kapten MU dari Eric Cantona yang memutuskan pensiun. Dengan kecerdikan dan agresifitasnya, Keane memimpin MU dengan meraih sembilan gelar Liga Inggris. Ia pun menjadi salah satu kapten paling sukses dalam sejarah klub.

7. Wayne Rooney 


Setelah ditinggal Dwight Yorke ke Blackburn Rovers pada 2002, Sir Alex berpikir keras mencari sosok striker yang dapat mendampingi Nistelroy di lini depan. Perhatian Sir Alex tertuju pada Everton. Permainan seorang anak remaja bernama Wayne Rooney mampu menarik perhatiannya. Sir Alex pun berani menggelontorkan uang 27 juta Pounds guna memboyong Rooney ke Old Trafford.

Bersama Setan merah, Rooney ternyata tidak butuh waktu lama untuk menyatu dengan tim. Dalam debut pertamanya, Rooney mampu membuat hattrick dalam pertandingan Liga Champions melawan Fenerbahce. Selanjutnya, gol-demi gol pun terus ia sumbangkan untuk Iblis Merah. Dengan koleksi 147 gol serta usianya saat ini yang masih 25 tahun, Rooney sudah dianggap layak masuk dalam daftar pembelian tersukses Manchester United.

6. Bryan Robson 


Bryan Robson diboyong ke Old Trafford dalam sebuah kesepakatan senilai 1.5 juta pounds. Kemampuan Bryan Robson langsung membuatnya dipercaya sebagai kapten Iblis Merah. Bersamanya, MU berhasil meraih tiga gelar FA, dua gelar juara liga dan Piala UEFA.
Robson juga mendapat tempat di hati fans Iblis Merah. Ia mendapat julukan spesial dari fans MU yakni Captain Marvel. Hingga saat ini, Robson dikenang sebagai kapten terlama dalam sejarah klub Iblis Merah. Manchester United langsung bergerak di bursa transfer musim panas ini. MU telah langsung mengikat bek muda Phil Jones dari Blackburn Rovers dengan nilai transfer 16,5 juta pounds.

Iblis Merah kini tengah menunggu bergabungnya Ashley Young dan kiper David De Gea. Belum dapat diketahui apakah ketiga pemain itu akan tampil cemerlang bersama MU, musim depan. Tapi Iblis Merah dikenal sebagai salah satu klub yang pintar dan cerdik dalam merekrut pemain potensial, khususnya semenjak dibesut Sir Alex Ferguson. Dilansir dari Bleacher Report, terdapat 10 pembelian terbaik Manchester United sepanjang masa. Dan delapan diantaranya merupakan pemain yang direkrut Sir Alex Ferguson. Berikut daftar 10 pembelian terbaik klub tersukses di Liga Inggris itu.

5. Eric Cantona 




Eric Cantona mulai bergabung dengan Manchester United pada November 1992 dengan harga transfer 1,2 juta Pounds dari Leeds United. Pemain asal Perancis ini dikenal sebagai sosok fenomenal yang pernah dimiliki Iblis Merah. Sifat temperamental Cantona tak bisa dipungkiri juga ikut mendongkrak namanya. Tendangan kungfunya kepada suporter menjadi salah satu momen yang akan selalu diingat fans Iblis Merah. Beruntung sikap temperamental Cantona mampu diimbangi dengan prestasi. Selama lima tahun membela MU, Cantona telah menorehkan 80 gol bagi Setan Merah dan total mempersembahkan empat gelar Liga Inggris. Tak heran jika Cantona dianggap sebagai salah satu pemain plus kapten terbaik yang pernah dimiliki Sir Alex Ferguson. 

4. Ole Gunnar Solskjaer 


Keputusan Sir Alex Ferguson mendatangkan Ole Gunnar Solkjaer pada 1996 dengan biaya 1.5 juta pounds sempat mengejutkan fans Iblis Merah. Karena saat itu, target utama MU adalah striker timnas Inggris, Alan Shearer. Nyatanya Sir Alex Ferguson justru lebih memilih Solkjaer yang harganya sepuluh kali lebih murah dari Shearer yang saat itu seharga 15 juta pounds. Kejelian Ferguson kembali terbukti. Solskjaer mampu menghapus keraguan fans dengan langsung mencetak gol kala melakoni laga debutnya. Dan yang menjadi kenangan paling berkesan bagi fans, striker berwajah bayi ini yakni saat menjadi pahlawan MU saat menaklukkan Bayern Munich di final Liga Champions 1999. Striker asal Norwegia ini menjadi penentu kemenangan Iblis Merah.

3. Peter Schmeichel


Sebelum bergabung bersama MU, Peter Schmeichel merupakan punggawa Brondby (klub elit Denmark) saat merengkuh empat gelar dalam lima musim kompetisi. Schmeichel juga membantu Brondby mencapai semifinal Piala UEFA pada 1991.

Kemampuan Schmeichel mendapat respon dari Sir Alex Ferguson yang langsung mengajukan tawaran ke Brondby. MU akhirnya sukses memboyong kiper timnas Denmark itu dengan harga cukup murah, yaitu 550.000 pounds pada musim panas 1991.
Keputusan Sir Alex ternyata tidak salah. Karena peran Schmeichel membantu MU meraih gelar juara Liga Inggris pada musim 1992-1993, setelah puasa selama 26 tahun. Hebatnya, di musim itu, MU mencatat rekor tak kebobolan dalam 22 pertandingan.
Scmeichel juga terpilih sebagai kiper terbaik dunia selama dua tahun berturut-turut pada 1992 dan 1993. Prestasi puncak Schmeichel sendiri tercatat saat ia membawa Iblis Merah memenangkan gelar treble di tahun 1999.

Setelah era Schmeichel berakhir, MU cukup kesulitan untuk mencari penggantinya. Hingga Sir Alex Ferguson menemukan pengganti yang layak pada diri Edwin van der Sar. Sayang Van der Sar kini juga telah pensiun.

2. Denis Law


Denis Law telah menghabiskan karirnya bersama MU selama 18 tahun. Ia memperkuat Iblis Merah dari 1962 hingga 1973. Dennis dibeli MU dari klub Serie A, Torino dengan harga 115 ribu pounds yang saat itu juga menjadi rekor pembelian tertinggi di Inggris.
Dalam debutnya bersama Iblis Merah, Dennis mampu mencetak gol saat baru tujuh menit masuk lapangan. Sepanjang karirnya di Old Trafford, Ia telah mempersembahkan gelar liga pertama mereka di musim 1964-65.

Dalam 11 musim kompetisi, Dennis telah mengkoleksi 237 gol dalam 409 laganya bersama Iblis Merah. Di mata fans Iblis Merah, Dennis dianggap legenda dan memasukan namanya dalam 'United Trinity" bersama Sir Bobby Charlton dan George Best.

1. Cristiano Ronaldo


Ketertarikan MU terhadap bocah ajaib asal Portugal, Cristiano Ronaldo bermula kala Iblis Merah menggelar laga persahabatan kontra Sporting Lisbon pada 2003 silam. Pada laga itulah, bakat cemerlang Ronaldo di cium Sir Alex Ferguson. Dengan langkah cepat, Ferguson segera mengajukan tawaran sebesar 12 juta pounds untuk memboyong Ronaldo ke Old Trafford.
Yakin jika Ronaldo akan menjadi amunisi utamanya, Sir Alex Ferguson Alex pun tidak segan-segan memberikan nomor keramat, 7. Nomor ini identik dengan nama besar klub macam Bobby Charlton, Bryan Robson, Eric Cantona dan David Beckham. Ronaldo membayar kepercayaan Fergie dengan selalu mencetak gol. Ia pun menjadi elemen penting MU dalam meraih berbagai gelar termasuk trofi Champions League pada 2008.

10 Pemain Manchester United terbaik

Siapa yang tak kenal Manchester United,Manchester United adalah salah satu klub sepakbola terbaik di Inggris bahkan Dunia. Hampir segala ajang pernah dijuarai, mulai dari liga Inggris, piala carling, Piala FA, liga Champion, dan bahkan piala dunia antar klub. Hal itu menunjukkan betapa tingginya kualitas MU sebagai klub sepak bola, maka tak heran jika hampir separuh penduduk bumi mengidolakan klub ini.Hal ini dikarenakan karna managemen yang tepat, pelatih jenius, kerja sama yang tinggi, dan yang terpenting adalah kualitas pemain yang mumpuni. sejak didirikan tahun 1878, Manchester sudah menelurkan banyak pemain kelas satu yang berkualitas.
Tapi disini kami hanya menampilkan 10 terbaik dari yang terbaik pemain manchester united sepanjang masa. Berikut adalah daftar 10 pemain Manchester United terbaik sepanjang masa :
10.Cristiano Ronaldo
dari 10 daftar ini,Ronaldo adalah yang termuda. Di usianya yang masih muda, ronaldo sudah menampakkan bakat sepakbola dan skill pengolahan bola yang tinggi,posisinya sebagai sayap dan gelandang tak menutup dirinya untuk terus membnatu penyerangan dan mencetak gol bagi MU, Bahkan di tahun 2007, ronaldo didaulat sebagai top scorer liga inggris,ia juga mengantarkan Mu menjadi juara liga inggris dan juara liga Champion
9.Van Nistelrooy
Tak dapat disangkal lagi bahwa van nistelrooy adalah striker garang yang sangat berbahaya di kotak penalty,koleksi 95 golnya dari 150 penampilanya untuk MU menggambarkan betapa ganasnya striker asal belanda ini, sejak dibeli dari PSV Eindhoven tahun 2001,ia sudah menampakkan katajamanya, Pada musim pertamanya di Manchester United, Van Nistelrooy mencetak 23 gol dari 32 penampilannya, dan 10 gol saat Manchester United bermain pada ajang Liga Champions yang kemudian menjadi debutan terbaik. Van Nistelrooy kemudian mendapat penghargaan Pemain Terbaik PFA.
8.Bryan Robson
Bryan Robson adalah mantan pemain Manchester United pada 1981-1994. Tercatat total ia bermain bagi klub “Setan Merah” itu sebanyak 345 kali dalam kariernya serta mencetak 74 gol. Ia sempat bersama MU menjuarai FA Cup selama tiga musim (1983, 1985, dan 1990). Bryan Robson juga memecahkan rekor transfer sebesar 1,5 juta pounds saat ditransfer dari West Bromwich Albion tahun 1981.
7.David Beckham
Beckham membuat cara bermain baru di posisi sayap, tanpa berlari atau dribbling, dengan hanya memberikan umpan silang yang mematikan ke kotak pinalti pertahanan lawan. Beberapa mungkin ragu bahwa dia ahli tendangan bebas terbaik sedunia, namun dengan latihan yang dihabiskan berjam-jam itu, membuat bakat yang sudah ada pada dirinya menjadi sempurna.
Dengan kemampuan tendangan menakutkan yang dimilikinya, dia dapat mencetak gol-gol spektakuler. Sebagai tambahan dia juga seorang pemain yang ulet dan pantang menyerah, berlari tanpa bola dan bergerak tanpa lelah, hingga peluit akhir dibunyikan.

6.George Best
Merupakan salah satu pemain terbaik Manchester yang pernah mengantarkan MU juara liga Champion untuk pertama kalinya setelah mengalahkan benfica 4-1 di tahun 1968.
Ia adalah pemain ulet yang berbahaya ketika berada di dalam kotak penalty,walaupun posisi aslinya adalah second striker,tapi ia sering dijadikan menjadi striker bahkan gelandang karna ketangguhan fisiknya
5.Eric Cantona
Cantona adalah seorang pemain yang fenomenal,setelah dibeli oleh manchester united tahun 1992,Cantona langsung menghantarkan MU menjuarai piala FA.Ia adalah Seorang Striker dengan visi yang jelas,penempatan posisi yang baik dan mempunya akurasui tendangan jarak jau yang mengagumkan.
4.Duncan Edward
Boleh dibilang duncan edward adalah pemain tengah terbaik Manchester terbaik sepanjang masa, ketenanganya dalam mengatur lini tengah MU menjadikanya pemain dengan mental yang baik. Tapi sayang,Edward harus meninggal di usia yang masih muda karna menjdi salah satu korban tragedi pesawat munich
3.Peter Schemeichel
Peter Schemeichel merupakan Penjaga gawang bersejarah bagi Manchester United. Kenyataanya, membandingkannya dengan yang lain sungguh sulit. Dia merupakan penjaga gawang terhebat sepanjang masa. Sangat sulit untuk mencari kelemahan pemain bertubuh besar ini, dia memiliki semua karakter seorang juara. Daya saing yang tinggi, agresif dan motifasi yang tak terbatas membuatnya dijuluki Si Denmark yang Agung.
2.Ole Gunnar Solksjaer
Ole Gunnar Solksjaer adalah seorang pemain sepak bola Norwegia. Ole merupakan penyerang asal klub molde Fk merupakan salah satu pemain yang penting di Man United. Walaupun duduk di bangku cadangan, tapi jika diturunkan pasti akan jadi penentu. Ia adalah penentu kemenangan final liga Champion 1998 saat MU menghadapi Bayern Munchen,ia mencetak satu dari 2 gol MU.julukannya adalah The Baby face Assasins
1.Ryan Giggs
Ryan Joseph Giggs adalah seorang pemain sepak bola Wales. Ia merupakan salah satu pemain sayap terbaik sepanjang sejarah dan juga dikenal karena loyalitas di Manchester United.Ryan merupakan pemain yang terlama membela klub ini dan merupakan pemain pertama terbanyak tampil untuk MU sepanjang sejarah (805 kali) setelah memecahkan rekor Sir Bobby Charlton (758 kali). Ia sudah bersama MU memenangkan sebelas kali gelar juara liga dan 2 titel liga Champion.
Sebagai pemain sayap,pergerakan Giggs sangat aktif menyisir sisi kiri dan kanan lapangan,stamina yang tinggi dan kemampuan mencetak goal yang baik membuatnya menjadi pemain terbaik Manchester united.

10 kiper MU yang mngesankan

Minggu, 30 Oktober 2011

Akibat aksi teror kemarin, Manchester United (MU) urung melawat ke Indonesia. Bukan hanya itu saja efeknya terhadap sepakbola, harapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 pun boleh dibilang efektif pupus.
Bicara soal MU, saya sudah menjadi penggemar mereka sejak tahun 1992, kelas 1 SD. Jadi boleh dibilang saya mengikuti naik turunnya tim ini. Saya ingin menulis sedikit tentang MU, khususnya di sektor favorit : kiper. Tulisan niche ini sekedar untuk mengisi waktu, karena seharusnya sekarang saya sedang gathering dengan para suporter andaikan tragedi kemarin tidak terjadi. Duh!

Peter Schmeichel (1991-1999)

Arrival : direkrut dari Brondby untuk menggantikan Les Sealey.
Bukan hanya kiper terbaik yang pernah dimiliki MU. Dia adalah salah satu kiper terbaik sepanjang masa yang disejajarkan dengan Gordon Banks dan Lev Yashin.
Ketika saya pertama kali nonton MU pada tahun 1992, keberadaan Schmeichel adalah 80% kekuatan lini belakang MU. Dia direkrut dari Brondby seharga £530.000 yang disebut-sebut oleh Sir Alex sebagai pembelian terbaik abad ini. Saya ingat ketika dia membuat bombers sekelas KlinsmannDel Piero, dan Van Basten frustrasi. Dialah aktor utama yang membawa MU meraih tiga gelar pada tahun 1999.
Hingga saat ini belum ada satu pun kiper MU yang bisa mengalahkan kualitasnya. Yes! Definitely the best goalkeeper ever!
Momen Paling Berkesan : lusinan penyelamatan dahsyat yang dia lakukan, termasuk sewaktu menghadapi Inter MilanJuventus, dan Arsenal pada tahun 1998/99. Plus ketika dia membuat gol di UEFA Cup 1995 pada menit terakhir (lihat di sini).
Departure : usai membela MU di 292 pertandingan, pada usia 36 tahun dia mencari tantangan yang lebih ringan di Sporting Lisbon dan membawa mereka juara Liga Portugal 2000.

Raimond van Der Gouw (1996 - 2002)

Arrival : direkrut dari Vitesse Arnhem sebagai deputi Schmeichel.
Kiper Belanda bertubuh tinggi besar ini sengaja dibeli untuk menjadi deputi Schmeichel, menggantikan Tony Coton.
Walaupun demikian, dia merupakan cadangan yang loyal dan punya kualitas rata-rata. Pada musim 1999/2000 dia bersaing ketat dengan Bosnich sebagai kiper utama. Saya selalu khawatir jika dia bermain sebab gawang MU jauh lebih rawan dibanding dikawal Schmeichel.
Momen Paling Berkesan : versus Monaco di Liga Champions 1999 ketika melakukan sejumlah penyelamatan hebat, walau akhirnya MU tersingkir oleh gol penyerang muda, David Trezeguet.
Departure : usai tampil dalam 37 pertandingan, kontraknya tidak diperpanjang dan dia pindah ke West Ham pada usia 39 tahun.

Mark Bosnich (1999 - 2001)

Arrival : direkrut dari Aston Villa untuk menggantikan Schmeichel.
Setelah Schmeichel bergabung ke Sporting, ada lubang menganga di pertahanan MU. Pilihan pengganti jatuh kepada Bosnich yang punyatrack record mantap bersama Villans. Jujur saja, saat itu saya lebih menjagokan dua kiper muda : Richard Wright dan Sebastian Frey.
Kualitas Bosnich amat buruk. Namun kiper-kiper MU lain lebih hancur lagi. Akhirnya MU terpaksa bergantung padanya untuk satu musim.
Momen Paling Berkesan : versus Palmeiras pada Intercontinental Cup dan Real Madrid pada Liga Champions adalah penampilan bagus Bosnich yang saya ingat. Lainnya saya sudah lupa semua.
Departure : musim pertama main 23 pertandingan, musim kedua jadi cadangan, terus pindah ke Chelsea dan kena kasus narkoba.

Massimo Taibi (1999)

Arrival : direkrut dari Venezia karena buruknya permainan Bosnich.
Sempat mengawal jala AC Milan menyaingi Sebastiano Rossi, pantas dia dibebani harapan besar. Sayangnya, The Blind Venetian (Si Buta dari Venezia) ini ternyata lebih jelek dari Bosnich. Tidak aneh apabila di sekolah muncul ejekan suporter lawan : "Taibi, Tai Babi!"
Dia kebobolan gol tolol saat melawan Southampton dan kemasukan lima gol ketika MU digasak Chelsea 0-5. Dia tidak pernah main lagi.
Momen Paling Berkesan : versus Southampton di Premier League 1999 (tentu saja) ketika bola sepakan penyerang timnas, Matthew Le Tissier, menerobos selangkangannya. (lihat di sini)
Departure : hanya main 4 pertandingan, digusur jadi kiper ketiga di bawah Bosnich dan Van Der Gouw. Dia pun pindah ke Reggina.

Fabien Barthez (2000 - 2004)

Arrival : direkrut dari Monaco untuk mengatasi krisis kiper.
Saya tidak ingin pemain ini bergabung dengan MU karena kelakuan badutnya seringkali merugikan tim. Namun setelah melihat Taibi dan Bosnich, rasanya keadaan tidak mungkin lebih buruk lagi.
Penampilan Barthez boleh dibilang cukup oke. Banyak penyelamatan dahsyat yang dia ambil. Namun nggak kalah banyak juga keputusan gobloknya. Aksi gemilang dan blundernya fifty-fifty lah.
Boleh dibilang setiap kali Barthez bermain, pendukung MU jadi ekstra was-was karena atraksinya kadang keterlaluan, termasuk pada saat melawan Arsenal dan Deportivo La Coruna. Hingga akhirnya, blunder fenomenalnya yang kesekian "milyar" kali saat melawan Real Madrid membuat dia tidak pernah dimainkan lagi oleh Sir Alex.
Momen Paling Berkesan : ritual ciuman menjijikan dengan Laurent Blanc dan gol tolol melawan Arsenal gara-gara blundernya, dua kali (lihat di sini)
Departure : gara-gara blunder lawan Real Madrid, Barthez tak pernah dimainkan lagi, kemudian dipinjamkan ke Marseille dan dilepas ke sana usai membela MU sebanyak 92 pertandingan.

Roy Carroll (2001 - 2005)

Arrival : direkrut dari Wigan Athletic untuk jadi deputi Barthez.
Caroll pada mulanya ditujukan sebagai kiper deputi Barthez, namun pada tahun 2003 dia diposisikan sebagai kiper utama akibat blunder Barthez yang makin menjadi-jadi membuat muak Sir Alex.
Selama menjadi kiper utama, Carroll punya kualitas standar. Nggak banyak penyelamatan hebat namun juga tidak terlalu buruk. Carroll kembali jadi kiper utama pada tahun 2005, menggusur Howard.
Momen Paling Berkesan : kebobolan dari jarak sekitar 60 meter ketika melawan Tottenham, untungnya gol tersebut tidak diakui oleh karena wasit dan hakim garis tidak melihatnya (lihat di sini)
Departure : usai main sebanyak 49 pertandingan dia pun memilih pindah ke West Ham daripada menjadi kiper cadangan.

Tim Howard (2003 - 2006)

Arrival : direkrut dari New York Metrostars menggantikan Barthez.
Blunder gila-gilaan Barthez membuat Carroll menggantikannya, tapi Ferguson merasa Carroll tak cukup baik. Maka Howard, kiper terbaik Liga MLS Amerika Serikat, pun dibeli pada musim 2003/2004.
Saya terkejut karena Howard ternyata main sangat bagus. Bahkan aksinya jauh lebih hebat dari Barthez, untuk musim pertama. Musim kedua, permainan Howard menurun drastis. Hingga akhirnya Sir Alex pun mengembalikan posisi kiper utama ke Carroll.
Momen Paling Berkesan : kemasukan gol saat melawan Porto dan Jose Mourinho berlari histeris seperti monyet gila (lihat di sini)
Departure : main 45 pertandingan diakhiri penampilan buruk, dia digusur oleh Carroll dan Van Der Sar, akhirnya dijual ke Everton.

Edwin van Der Sar (2005 - now)

Arrival : direkrut dari Fulham untuk mengatasi krisis kiper.
Sejak Schmeichel pindah, belum ada kiper lain yang bisa menyaingi dia, selain Van Der Sar. Kiper jangkung ini bahkan berhasil mengukir rekor 1.311 menit tanpa kebobolan pada tahun 2009.
Saya termasuk cukup pesimis ketika Sir Alex merekrutnya, karena waktu itu Van Der Sar telah berusia 35 tahun. Namun ternyata saya keliru. Kecepatan dan ketangkasannya belum hilang, bahkan mampu bersaing dengan Cech dan Reina yang jauh lebih muda.
Jangkauannya yang panjang dan ketenangannya saat menjaga jala MU memberikan nuansa tersendiri, kontras dengan Schmeichel yang meledak-ledak. Bukan tidak mungkin di penghujung karirnya nanti ia melakukan hal yang lebih hebat daripada sang legenda.
Momen Paling Berkesan : menggagalkan tiga tendangan penalti pemain Chelsea di Community Shield (lihat di sini) dan mempecundangi Chelsea lagi di final Liga Champions (lihat di sini).
Status : main 132 pertandingan untuk MU dan rencananya akan pensiun di klub ini.

Tomasz Kuszczak (2006 - now)

Arrival : direkrut dari West Bromwich sebagai deputi Van Der Sar.
Kuszczak menjadi populer setelah bermain dengan sangat gemilang bagi West Bromwich pada tahun 2004-2007. Hal ini memikat Sir Alex merekrutnya untuk mengkover Van Der Sar, karena MU baru saja kehilangan Howard. Kuszczak pun dipinjam dari West Bromwich.
Meskipun tidak istimewa, Kuszczak merupakan kiper dengan kualitas standar Premier League yang sudah teruji di top-flight. Ini membuat saya tidak terlalu khawatir andaipun Van Der Sar cedera.
Penampilannya yang memuaskan membuat MU merekrutnya secara permanen. Hanya saja sejak awal musim 2008/09 kemarin Kuszczak dipaksa bersaing ketat dengan Foster untuk memperebutkan posisi kiper kedua. Kita lihat siapa yang lebih baik.
Momen Paling Berkesan : ketika dia menggagalkan tendangan penalti Gilberto Silva saat MU menghadapi Arsenal (lihat di sini)
Status : main 19 pertandingan dan masih terikat kontrak hingga tahun 2012.

Ben Foster (2007 - now)

Arrival : direkrut dari Stoke City sebagai pemain muda berbakat.
Foster dikontrak MU pada tahun 2005 namun langsung dipinjamkan ke Watford selama dua tahun. Ternyata di Watford dia menunjukkan penampilan yang luar biasa. Barulah pada tahun 2007 dia ditarik ke MU hingga menggusur posisi Kuszczak sebagai kiper kedua.
Usianya relatif muda untuk seorang kiper. Gayanya eksentrik serta penuh aksi akrobatik, namun hal yang tak kalah penting : dia orang Inggris. Banyak yang meramalkan bahwa Foster menjadi solusi kiper Inggris sejak runtuhnya era David Seaman.
Bagi MU sendiri, Foster belum melakukan banyak hal. Namun dari beberapa kali dipercaya mengawal jala MU, saya berani memberinya nilai 7. Namun tentu saja jalannya masih sangat panjang.
Momen Paling Berkesan : melawan Tottenham di final Piala Carling, ketika itu Foster menjadi pahlawan yang membawa MU meraih gelar juara (lihat di sini).
Status : main 3 pertandingan untuk MU dan diplot menggantikan Van Der Sar.

PE;TER SCHMEICHEL







Manchester United hingga sekarang belum menemukan penjaga gawang fenomenal sehebat Peter Schmeichel, kiper terhebat abad 20. Kiper berkelas dunia datang silih berganti untuk menjaga gawang “Setan Merah”, tapi nama pria berdarah Polandia itu tak pernah dilupakan.

Schmeichel dikenal karena ia sangat sulit ditaklukkan. Di masanya, bomber tangguh sekelas Davor Suker (Kroasia, Real Madrid), Dennis Bergkamp (Belanda, Inter Milan), Gabriel Batistuta (Argentina, Fiorentina) dan sederet penyerang top lainnya sering dibuat frustasi ketika berhadapan dengan Schmeichel di laga kancah Eropa. Di liga domestik, musuh-musuh MU juga kerepotan menjebol gawangnya.

Memang kini sudah ada Edwin Van der Sar yang penampilannya begitu mengagumkan, terutama ketika menjadi pahlawan MU memenangi trofi Liga Champions 2007-2008. Namun, tetap saja kharisma Schmeichel tak tergantikan – baik di MU ataupun timnas Denmark.

Sebelum menjadi penjaga gawang profesional, Peter Schmeichel pernah bekerja sebagai tukang celup di pabrik tekstil, pembersih rumah, manajer toko dan tenaga pemasaran periklanan. Ia kemudian menjadi The Best Goalkeeper in the World.

Kiper kawakan ini bernama lengkap Peter Boleslaw Schmeichel. Nama tengah mantan penjaga gawang Manchester United (MU), Sporting Lisbon, Aston Villa dan Manchester City ini memperlihatkan status dirinya berkebangsaan campuran. Dia lahir 18 November 1963 di Gladsaxe, Denmark, dari rahim seorang ibu asli Denmark yang menikah dengan imigran Polandia.

Nama tengah itu hampir tidak pernah disebut, dicantumkan dalam daftar pemain tim nasional Denmark, atau dalam surat kontrak klub. Sampai usia tujuh tahun, Schmeichel masih berstatus warga negara Polandia. Ia menjadi warga negara Denmark setelah ayahnya bersedia menanggalkan kewarganegaraan Polandia.

Pecinta sepak bola dunia mengenalnya sebagai penjaga gawang yang melewati hari-hari terindah bersama MU. Terutama ketika Setan Merah meraih treble winner; Liga Primer, Liga Champions dan Piala FA, pada tahun 1999. Tujuh tahun sebelumnya, ia juga menjadi bagian penting sukses “The Dynamite” Denmark meraih gelar Euro 1992.

Namun, ia punya cerita buruk tentang kegagalan. Di masa-masa awal kariernya, ia gagal menyelamatkan Gladsaxe-Hero dari degradasi. Di tahun-tahun terakhir sebelum pensiun, ia meninggalkan Portugal setelah gagal menyelamatkan Sporting Lisbon dari zona degradasi. Padahal, tahun sebelumnya Schmeichel mengatar Sporting ke podium juara liga.

Banyak hal menarik pada diri penjaga gawang terbaik 1992 dan 1993, serta kiper papan atas abad ke-20 versi IFFHS ini.

Schmeichel pernah bekerja serabutan di banyak tempat dan jenis pekerjaan. Pekerjaan pertamanya sebagai tenaga pencelup di sebuah pabrik tekstil. Lalu menjadi tenaga pembersih di rumah-rumah selama 12 bulan, bekerja di kantor World Wildlife Fund (WWF), sales manager sebuah toko dan terakhir perusahaan periklanan milik bos Hvidovre, klub pertamanya.

Karier profesionalnya dimulai di Hvidovre. Pada musim 1985, Hvidovre menjadi klub dengan pertahanan terbaik, hanya kebobolan 40 gol dari 30 pertandingan, tapi terdegradasi. Musim berikutnya, Hvidovre promosi lagi. Tapi, tahun 1986 ia pindah ke Brondby IF. Tahun 1987 ia memenangkan gelar Liga Utama Denmark dan membuat debutnya di tim nasional Denmark di bawah pelatih Sepp Piontek.

Lima tahun bersama Brondby, Schmeichel memenangkan empat gelar. Ia membawa Brondby mencapai semifinal Piala UEFA. Usai turnamen, Schmeichel terpilih sebagai penjaga gawang terbaik ke-10 di dunia, dalam jajak pendapat yang dilakukan IFHHS.

Dia kemudian pindah ke Manchester United, tahun 1991, dengan transfer 530 ribu poundsterling. Alex Ferguson, pelatih MU, menyebut harga Schmeichel sebagai “bargain of the century”. Bersama MU, Schmeichel melewati tahun-tahun terbaiknya. Ia juga mengatar Denmark ke podium juara Euro 1992 dan dinobatkan sebagai penjaga gawang terbaik di dunia.

Musim 1992-1993, Schmeichel memperlihatkan sosoknya sebagai penjaga gawang tangguh dengan tidak kebobolan dalam 22 laga. MU meraih gelar Liga Primer kali pertama dalam 26 tahun. Namun, tahun 1993 ia nyaris dipecat Ferguson, karena bertengkar dengan pelatih usai laga melawan Liverpool. MU unggul tiga gol lebih dulu. Schmeichel membuat blunder, yang menyebabkan Setan Merah tertahan 3-3.

Schmeichel mengakhiri kariernya di MU tahun 1999 usai memenangi treble, karena merasa kariernya di MU terancam. Ia merasakan kemampuannya bermain di level tertinggi telah menurun, karena usianya telah 35 tahun. Ia pindah ke Liga Utama Portugal dan bergabung dengan Sporting Lisbon, yang dianggapnya tidak berstandar tinggi.

Dia kemudian kembali ke Inggris dan bermain dengan Aston Villa serta terakhir di Manchester City. Ia mundur dari sepak bola tahun 2002, dan bekerja sebagai komentator televisi hingga tahun 2005.

Schmeichel dikenal sebagai penjaga gawang yang menggunakan tubuhnya untuk mengintimdasi penyerang. Ia menjulang setinggi 1,93
meter dan mengenakan kostum berukuran besar. Sepanjang kariernya, Schmeichel mencetak 11 gol termasuk satu untuk tim nasional Denmark, serta tercatat paling banyak membela negaranya, yaitu 129 kali (antara tahun 1987 hingga 2001).

Dia tercatat sebagai pemilik klub anak-anak Hvidovre IF. Bersama sejumlah investor, Schmeichel sempat mengambil alih Brondby IF dengan 33,5 juta poundsterling dan ia menjadi direktur olahraga di klub itu.

Putranya Kasper Schmeichel mengikuti jejaknya dengan menjadi penjaga gawang Manchester City, klub terakhir yang diperkuat Schmeichel. Kasper telah dipanggil ke tim nasional U-19 Denmark.

Schmeichel adalah salah satu pemegang rekor paling lama tidak kebobolan di Liga Inggris (selain Petr Cech dan Edwin Van der Sar) serta penjaga gawang terbaik Manchester
United sepanjang masa

Ole gunnar solskjaer

Ole Gunnar Solksjaer (lahir di Norwegia26 Februari 1973; umur 38 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Norwegia. Ole merupakan penyerang asal klub molde Fk merupakan salah satu pemain yang penting di Man United. Walaupun duduk di bangku cadangan, tapi jika diturunkan pasti akan jadi penentu. julukannya adalah Super Sub. penampilan terbaiknya adalah pada saat final melawan bayern munich ia membuat manchester united meraih titel liga champions.




Ole Gunnar Solskjær
Solskjaer cropped.jpg
Informasi Pribadi
Nama lengkapOle Gunnar Solskjær
Tanggal lahir26 Februari 1973 (umur 38)
Tempat lahirKristiansundNorwegia
Tinggi1,78 m (5 ft 10 in)
Posisi bermainPenyerangSayap
Karier junior
1989–1990Clausenengen
Karier senior*
TahunTimTampil (Gol)
1990–1994
1994–1996
1996–2007
Clausenengen
Molde
Manchester United
Total
109 (115)
42 (31)
235 (91)
386 (238)

Tim nasional
1995–2007Norwegia67 (23)
Kepelatihan
2008–Akademi Cadangan Manchester United
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik .